Gambar

Minggu, 02 November 2014

Proses Organisasi



Proses dalam kamus bahasa Indonesia berarti rangkaian suatu tindakan. Sedangkan proses dalam buku organisasi karangan Gibso Invancevich Donnelly adalah berkenaan dengan aktifitas yang memberi kehidupan pada skema organisasi tersebut. Proses organisasi merupakan jiwa bagi struktur organisasi. Jika proses tersebut tidak berjalan dan berfungsi dengan baik, maka masalah yang tidak pernah diharapkan akan timbul dalam sebuah organisasi. Terdapat empat proses yaitu komunikasi, pengambilan keputusan, evaluasi prestasi, sosialisasi dan karir.

Raymond V. Lesikar telah menguraikan 4 faktor yang mempengaruhi
efektifitas komunikasi organisasi, yaitu :
a. Saluran omunikasi formal
b. Struktur organisasi
c. Spesialisasi jabatan
d. Apa yang disebut lesikar sebagai “pemilikan informasi”

Model-model dalam proses organisasi

1.    Proses Komunikasi

Komunikasi menduduki tempat yang utama karena susunan keluasan dan cakupan organisasi secara keseluruhan ditentukan oleh tehnik komunikasi. Dari sudut pandang ini komunikasi adalah suatu proses sosial yang mempuyai relevansi terluas di dalam memfungsikan setiap kelompok, organisasi atau masyarakat. Kelangsungan hidup organisasi berkaitan dengan kemampuan manajemen untuk menerima, menyampaikan, dan meleksanakan komunikasi.

Komunikasi diartikan sebagai proses penyampaian informasi
atau pengiriman kepada penerima informasi. Dengan demikian
penerimaan informasi harus memahami isi informasi yang di
terimanya, sebaliknya apabila penerimaan informasi tidak
memahami informasi yang diberikan oleh pemberi informasi
berarti tidak terjadi komunikasi yang effektif yang pada akhirnya
dapat menimbulkan suatu konflik. Terdapat tiga elemen pokok
yang saling berkaitan setiap terjadinya suatu komunikasi, yaitu
sender (sumber berita), message (pesan), dan receiver
(penerimaan berita). Apabila salah satunya dari ketiga elemen
tersebut tidak ada, maka komunikasi tersebut tidak akan terjadi. Untuk itu terdapat delapan unsur pokok di dalam proses
komunikasi.

a. Pengiriman atau sumber (sender)
b. Enconding
c. Message
d. Chanel
e. Receiver
f. Recoding
g. Noise
h. Feedback

Proses komunikasi umum berisi lima elemen: Komunikator, Pesan, Media, Penerima, dan Umpan balik.

1. Komunikator
Dalam suatu kerangka organisasi, komunikator adalah karyawan dengan ide,maksud, informasi dan suatu tujuan untuk berkomunikasi.

2. Pesan
Tujuan komunikator diekspresikan dalam bentuk pesan baik verbal atau non verbal.Pesan yang tidak disengaja dapat dikirimkan tanpa suara atau
tindakan untuk suatu hal tertentu demikian pula keputusan dari tujuan dan sasaran yang tidak bisa diteruskan dan metode yang tidak bisa dipergunakan.

3. Media
Media adalah pembawa pesan, alat dimana pesan dikirim. Dalam organisasi memberikan informasi pada anggota dalam berbagai cara, termaksud komunikasi tatap muka, pembicara melalui telepon, pertemuan kelompok, pesan melalui fax dan lain-lain.

4. Penerimaan Kode
Agar proses komunikasi sempurna, pesan dapat dikodekan, sehingga relevan dengan penerimaan.

5. Umpan Balik
Proses komunikasi satu arah tidak membuka umpan balik penerima terhadap komunikator, meningkatkann potensi distori antara pesan yang dimaksud dan pesan yang diterima.

Komunikasi dalam organisasi sebaiknya memberikan komunikasi dalam empat arah berbeda :

a. Komunikasi ke bawah : komunikasi yang mengalir dari individu dengan tingkat hirarki yang lebih tinggi ke tingkat yang lebih
rendah.

b. Komunikasi ke atas : komunikasi yang mengalir dari tingkat yang lebih rendah ke tingkat yang lebih tinggi dalam suatu
organisasi.

c. Komunikasi horizontal : komunikasi yang mengalir antar fungsi dalam suatu organisasi.

d. Komunikasi diagonal : komunikasi yang memotong antar fungsi dan tingkat dalam suatu organisasi.

Komunikasi Informal adalah bagian penting aliran komunikasi organisasi. Bentuk organisasi ini timbul dengan berbagai maksud,
yaitu meliputi :

1. Peranan kebutuhan-kebutuhan manusiawi.
2. Pemenuhan keinginan untuk mempengaruhi perilaku orang lain.
3. Pelayanan sebagai sumber informasi hubungan pekerjaan yang tidak disediakan saluran-saluran komunikasi formal.

Bentuk proses perseptual komunikasi

1. Komunikasi perseptual : Proses dimana penerima menciptakan makna sendiri dalam benak mereka.

2. Pengirim : Kelompok atau Organisasi yang ingin atau berusaha untuk berkomunikasi dengan penerima tertentu.

3. Pengkodean : Komunikasi dimulai saat pengirim mengkodekan
suatu gagasan atau pikiran.

4. Pesan : Hasil dari pengkodean.

5. Noise : Campur tangan dalam pengiriman dan pemahaman pesan.

Komunikasi Antar Pribadi

1. Kemampuan Komunikasi

2. Ekstranet : menghubungkan karyawan internal dengan pelanggan pilihan, pemasok dan mitra strategis.

3. E-mail : penggunaan internet/intranet untuk mengirim teks dan dokumen yang dihasilkan oleh komputer.

4. Kerjasama komputer : penggunaan perangkat keras dan lunak komputer untuk membantu orang-orang bekerjasama lebih baik sesuai dengan suasana yang ada.

Gaya Komunikasi :

1. Gaya Asertif : Sikap yang mampu mengekspresikan perasaan dan harga diri, tetapi tidak mengambil keuntungan dari orang lain.

2. Gaya Agresif : Sikap yang mampu menyatakan diri dan harga diri, tetapi mengambil keuntungan yang tidak adil dari orang lain.

3. Gaya Nonasertif : Takut, malu-malu dan perilaku mengingkari diri sendiri.

4. Komunikasi Non Verbal : Pesan yang dikirimkan kepada orang lain dari tulisan atau dari kata-kata yang diucapkan.

5. Mendengarkan Secara Efektif : Proses pengkodean dan menterjemahkan pesan verbal.

Tindakan non verbal positif yang dapat membantu komunikasi :
1. Menjaga kontak mata,
2. Kadang menganggukkan kepala tanda setuju,
3. Tersenyum dan menunjukkan semangat,
4. Mengarahkan tubuh kearah pembicara,
5. Berbicara secukupnya, tenang, intonasi yang menenangkan

Tindakan untuk dihindari :
1. Memalingkan muka/tubuh dari pembicara,
2. Menutup mata Anda,
3. Menggunakan intonasi suara yang tidak enak didengar,
4. Berbicara terlalu cepat/lambat,
5. Menguap berlebihan.

Gaya Pendengaran :

1. Gaya Hasil : Tertarik untuk mendengar hasil akhir atau hasil
suatu pesan.

2. Gaya Alasan : Tertarik untuk mendengar alasan dibalik suatu
Pesan.

3. Gaya Proses : Suka mendiskusikan masalah secara detail.
4. Gaya Linguistik : Ciri khas pola bicara seseorang.

Pola Komunikasi Organisasi :

1. Komunikasi herarkis : pertukaran informasi antara manajer dan
karyawan.

2. Omongan selentingan : sistem komunikasi tidak resmi di dalam organisasi informasi.

3. Orang penghubung : secara konsisten menyampaikan informasi omongan selentingan kepada orang lain.

4. Mata-mata organisasi : menggunakan omongan selentingan untuk meningkatkan kekuatan dan status mereka.

5. Distorsi komunikasi : dengan sengaja mengubah isi pesan.
Dinamika Komunikasi Modern :

1. Internet : jaringan kerja global dari jaringan-jaringan kerja
Komputer.
2. Intranet : internet pribadi milik milik organisasi.
3. Ekstranet : menghubungkan karyawan internal dengan
pelanggan pilihan, pemasok dan mitra strategis.
4. E-mail : penggunaan internet/intranet untuk mengirim teks dan dokumen yang dihasilkan oleh komputer.
5. Kerjasama komputer : penggunaan perangkat keras dan lunak komputer untuk membantu orang-orang bekerjasama lebih baik.

2. Proses Pengambilan Keputusan
Keputusan dari seorang pemimpin tidak datang secara tiba-tiba, tetapi melalui suatu proses.

Proses pengambilan keputusan itu berlangsung dengan tahapan
sebagai berikut :

a. Menghimpun data melalui pencatatan bahkan mungkin
b. Berupa kegiatan penelitian
c. Melalui analisis data
d. Menetapkan keputusan yang akan ditempuh
e. Mengoperasionalkan keputusan menjadi kegiatan
f. Selama berlangsungnya kegiatan sebagai pelaksana keputusan akan diperoleh data operasional yang baru.

Sementara itu tahapan-tahapan dalam proses pengambilan keputusan dapat dikemukakan sebagai berikut :

a. Tetapkan masalah
b. Identifikasi kriteria keputusan
c. Alokasikan bobot pada kriteria
d. Kembangkan alternatif
e. Evaluasi alternative
f. Pilih alternative terbaik

Dalam pengambil keputusan ada dua tipe keputusan:

1. Keputusan Terprogram
Keputusan terprogram adalah prosedur spesifik yang dikembangkan untuk masalah yang rutin dan berulang. Jika situasi yang sering muncul, biasanya prosedur rutin akan dapat disusun untuk menyelesaikannya.

2. Keputusan Tidak Terprogram

Adalah keputusan membutuhkan manajemen masalah yang unik dan kompleks. Keputusan tidak terprogram ini dibuat jika ada hal yang baru dan tidak berstruktur.

Keputusan adalah mekanisme organisasional dengan bentuk usaha untuk mencapai suatu tujuan yang tertentu. Untuk masalah yang munculnya sering, mengetahui seluruh proses tidak menjadi hal utama. Jika suatu kebijakan telah diputuskan untuk mengatasi masalah seperti itu maka menajer tidak perlu lagi untuk mengambangkan dan mengevaluasi seluruh altrernatif setiap masalah yang sama muncul kembali. Dapat dilakukan sebagai berikut:

1. Menetapkan sasaran dan tujuan serta mengukur hasil
2. Identifikasi Masalah
Identifikasi masalah dengan tepat dapat terhalangi oleh faktorfaktor
seperti berikut:

a. Masalah presepsi: bahwa presepsi individu mempunyai peluang untuk melindungi atau menghalangi kita dari kenyataan yang tidak menyenangkan.
b. Masalah didefinisikan sebagai solusi  merupakan suatu upaya untuk langsung lompat pada suatu kesimpulan.
c. Identifikasi gejala sebagai masalah: masalah biasanya terdiri dari tiga type, yaitu kesempatan, krisis, dan rutin.

3. Mengembangkan Alternatif
Sebelum suatu keputusan dibuat, alternative yang masuk-akal
(solusi potensial untuk masalah tersebut) mesti ditelaah serta
akibat dari masing-masing alternative juga mesti dikaji.

4. Mengevaluasi Alternatif
Dalam memilih dari sejumlah alternative, pengambil keputusan harus dituntun oleh sasaran dan tujuan yang telah ditentukan sebelumnya. Hubungan antara alternative-hasil didasarkan atas tiga kondisi, yaitu:
a. Kepastian
b. Ketidakpastian
c. Resiko

5. Memilih Alternatif
Adalah untuk memecahkan masalah guna mencapai tujuan yang direncanakan sebelumnya. Keputusan bukan suatu hasil, tetapi hanya suatu sarana untuk mencapai tujuan.

6. Mengimplementasikan Keputusan
Suatu keputusan yang tidak diimpletasikan tidak lebih dari sebuah abstraksi belaka. Tujuan mengimpletasikan keputusan agar mencapai tujuan yang dikehendaki. Implementasikan keputusan melibatkan banyak orang sehingga untuk menguji keputusan itu dapat dengan melihat perilaku orang yang dipengaruhi oleh keputusan itu.

7. Mengendalikan dan Mengevaluasi
Manajemen yang efektif melibatkan pengukuran secara periodik terhadap hasil.

Model-model Pengambilan Keputusan
1. Relationalitas Keputusan
2. Model-model perilaku pengambilan keputusan

Teknik Pengambilan Keputusan
1. Teknik -teknik kreatif : Brainstorming dan Synectics
2. Teknik -teknik partisipatif
3. Teknik -teknik pengambilan keputusan Modern : teknik delphi, teknik kelompok nominal

3. Proses Evaluasi Prestasi
Proses evaluasi prestasi di dalam organisasi menunjukkan bahwa prestasi individu, kelompok, dan organisasi adalah suatu hasil atau variabel bergantung dari prilaku organisasi, struktur dan proses. Sistem yang diterapkan untuk mengevaluasi prestasi membantu maksud-maksud seperti penentuan imbalan (upah, promosi, dan alih tugas), identifikasi kebutuhan akan pelatihan.

(sumber: lista.staff.gunadarma.ac.id/.../Proses+Organisasi.pdf)

Cara Mendownload Windows 10

Metrotvnews.com: Sesuai dengan janjinya, Microsoft hari ini sudah meluncurkan Windows Insider Program, yang memungkinkan Anda untuk mencoba Windows 10. Anda dapat mengunduh versi Technical Preview dari tautan berikut ini.

Proses mengunduh Windows 10 tidak terlalu susah, namun hendaknya Anda melakukannya dengan cermat:

1.Daftar ke Windows Insider Program.
2.Baca persyaratan sistemnya.
3.Klik salah satu tautan untuk mengunduh ISO file.
4.Ketika proses pengunduhan telah selesai, transfer ISO file ke media lain, seperti DVD atau USB flash drive.
5.Klik atau tap dua kali pada setup.exe dari DVD atau USB flash drive tersebut, dan ikuti langkah-langkahnya.

Karena masih versi percobaan, sebaiknya jangan menggunakan Windows 10 di komputer yang Anda pakai untuk bekerja. Pasti akan ada bug atau kekurangan yang dapat mengganggu produktivitas Anda.

Windows 10 Technical Preview tersedia dalam bahasa Inggris Amerika, UK, Simplified Chinese, dan Portugis Brasil. Untuk menjalankannya dengan nyaman, sebaiknya komputer Anda memiliki persyaratan berikut:

1.Prosesor 1GHz atau lebih.
2.RAM: 1 GB (32-bit) ATAU 2 GB (64-bit).
3.Free hard disk space: 16 GB.
4.Kartu grafis: Microsoft DirectX 9 graphics device with WDDM driver.
5.Akun Microsoft dan akses internet

Microsoft juga mengingatkan bahwa beberapa prosesor dan konfigurasi perangkat keras PC tidak mendukung Windows 10, dan sejumlah kecil CPU 64-bit lawas mungkin diblok untuk mengunduh Windows 10. Sistem operasi ini juga tak akan bisa berjalan di perangkat yang menjalankan Windows RT 8.1 atau Windows N.

Kelemahan lain, Anda tak akan bisa memainkan DVD dengan Windows Media Player dan pengguna Windows 8 Pro akan kehilangan Windows Media Center. (The Next Web)
ABE

(sumber: teknologi.metrotvnews.com/read/2014/10/02/299646/cara-mendownload-windows-10)

Pendapat:
Dengan keluarnya Windows 10 diharapkan menjadi lebih baik baik. Dengan dikembalikan tombol start, sistem ini menggabungkan antara klasik dan Metro-UI. Ini hanya berupa preview, belum resmi diluncurkan hanya Windows mengizinkan untuk diunduh kemudian para pengguna memberikan komentarnya.

 

Produsen Lokal Ikut Meriahkan Indocomtech 2014

Metrotvnews.com: Tidak hanya produsen besar, ajang Indocomtech 2014 juga dimeriahkan oleh beberapa produsen smartphone lokal. Contohnya saja Evercoss dan Polytron.

Pada ajang ini, Evercoss mempromosikan tipe Elevate Y2 sebagai smartphone flagship. Smartphone ini menggunakan prosesor octa core dan memory internal sebesar 16 GB. Evercoss menawarkannya dengan harga  Rp. 2.300.000.

Evercoss juga menawarkan empat smartphone Android dengan harga di bawah Rp. 1.000.000. Evercoss A28B dijual seharga Rp. 570.000. Sedangkan seri A26C dijual seharga Rp. 870.000.

Sedangkan Polytron mengunggulkan smartphone Rocket Quadra 5.0 pada boothnya. Smartphone tersebut dijual seharga Rp. 1.200.000. Anda juga berhak untuk mendapatkan microSD dengan kapasitas 8 GB.

Untuk smartphone tipe Prime 5, Polytron menjualnya seharga Rp. 2.999.000. Smartphone tersebut dilengkapi dengan kamera utama 12 MP.

Polytron juga menawarkan tablet 7,8 inci bertipe Cosmica T7800. Tablet tersebut dijual seharga Rp. 2.299.000. Untuk pembelian tablet tersebut, Polytron memberikan diskon hingga Rp. 200.000.
ABE 
 
(sumber: http://teknologi.metrotvnews.com/read/2014/11/02/313305/produsen-lokal-ikut-meriahkan-indocomtech-2014)

Pendapat:
Menurut saya, dengan adanya pameran Indocomtech menjadikan suatu ajang untuk mempromosikan teknologi produk dalam negeri. Seperti yang kita ketahui penggunaan handphone sangat dibutuhkan, apalagi smartphone. Diharapkan produsen dalam negeri bisa terus mempromosikan hasil karyanya sehingga bangsa kita bisa menggunakan produk dalam negeri, seperti Korea Selatan. Dan diharapkan juga produk-produk tersebut semakin baik kualitasnya bahkan bisa seimbang atau melebihi dari produk-produk terkenal milik luar negeri.

Konflik Organisasi dan Motivasi

KONFLIK

Konflik berasal dari kata kerja Latin configere yang berarti saling memukul. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya.
Konflik dilatarbelakangi oleh perbedaan ciri-ciri yang dibawa individu dalam suatu interaksi. Perbedaan-perbedaan tersebut diantaranya adalah menyangkut ciri fisik, kepandaian, pengetahuan, adat istiadat, keyakinan, dan lain sebagainya. Dengan dibawasertanya ciri-ciri individual dalam interaksi sosial, konflik merupakan situasi yang wajar dalam setiap masyarakat dan tidak satu masyarakat pun yang tidak pernah mengalami konflik antar anggotanya atau dengan kelompok masyarakat lainnya, konflik hanya akan hilang bersamaan dengan hilangnya masyarakat itu sendiri.

Ada beberapa pengertian konflik menurut beberapa ahli.
  1. Menurut Taquiri dalam Newstorm dan Davis (1977), konflik merupakan warisan kehidupan sosial yang boleh berlaku dalam berbagai keadaan akibat daripada berbangkitnya keadaan ketidaksetujuan, kontroversi dan pertentangan di antara dua pihak atau lebih pihak secara berterusan.
  2. Menurut Gibson, et al (1997: 437), hubungan selain dapat menciptakan kerjasama, hubungan saling tergantung dapat pula melahirkan konflik. Hal ini terjadi jika masing – masing komponen organisasi memiliki kepentingan atau tujuan sendiri – sendiri dan tidak bekerja sama satu sama lain.
  3. Menurut Robbin (1996), keberadaan konflik dalam organisasi ditentukan oleh persepsi individu atau kelompok. Jika mereka tidak menyadari adanya konflik di dalam organisasi maka secara umum konflik tersebut dianggap tidak ada. Sebaliknya, jika mereka mempersepsikan bahwa di dalam organisasi telah ada konflik maka konflik tersebut telah menjadi kenyataan.
  4. Dipandang sebagai perilaku, konflik merupakan bentuk minteraktif yang terjadi pada tingkatan individual, interpersonal, kelompok atau pada tingkatan organisasi (Muchlas, 1999). Konflik ini terutama pada tingkatan individual yang sangat dekat hubungannya dengan stres.
  5. Menurut Minnery (1985), Konflik organisasi merupakan interaksi antara dua atau lebih pihak yang satu sama lain berhubungan dan saling tergantung, namun terpisahkan oleh perbedaan tujuan.
Penyebab- penyebab dari konflik yaitu:
  • Perbedaan individu, yang meliputi perbedaan pendirian dan perasaan.
Setiap manusia adalah individu yang unik. Artinya, setiap orang memiliki pendirian dan perasaan yang berbeda-beda satu dengan lainnya. Perbedaan pendirian dan perasaan akan sesuatu hal atau lingkungan yang nyata ini dapat menjadi faktor penyebab konflik sosial, sebab dalam menjalani hubungan sosial, seseorang tidak selalu sejalan dengan kelompoknya. Misalnya, ketika berlangsung pentas musik di lingkungan pemukiman, tentu perasaan setiap warganya akan berbeda-beda. Ada yang merasa terganggu karena berisik, tetapi ada pula yang merasa terhibur.
  • Perbedaan latar belakang kebudayaan sehingga membentuk pribadi-pribadi yang berbeda.
Seseorang sedikit banyak akan terpengaruh dengan pola-pola pemikiran dan pendirian kelompoknya. Pemikiran dan pendirian yang berbeda itu pada akhirnya akan menghasilkan perbedaan individu yang dapat memicu konflik.
  • Perbedaan kepentingan antara individu atau kelompok.
Manusia memiliki perasaan, pendirian maupun latar belakang kebudayaan yang berbeda. Oleh sebab itu, dalam waktu yang bersamaan, masing-masing orang atau kelompok memiliki kepentingan yang berbeda-beda. Kadang-kadang orang dapat melakukan hal yang sama, tetapi untuk tujuan yang berbeda-beda. Sebagai contoh, misalnya perbedaan kepentingan dalam hal pemanfaatan hutan. Para tokoh masyarakat menanggap hutan sebagai kekayaan budaya yang menjadi bagian dari kebudayaan mereka sehingga harus dijaga dan tidak boleh ditebang. Para petani menbang pohon-pohon karena dianggap sebagai penghalang bagi mereka untuk membuat kebun atau ladang. Bagi para pengusaha kayu, pohon-pohon ditebang dan kemudian kayunya diekspor guna mendapatkan uang dan membuka pekerjaan. Sedangkan bagi pecinta lingkungan, hutan adalah bagian dari lingkungan sehingga harus dilestarikan. Di sini jelas terlihat ada perbedaan kepentingan antara satu kelompok dengan kelompok lainnya sehingga akan mendatangkan konflik sosial di masyarakat. Konflik akibat perbedaan kepentingan ini dapat pula menyangkut bidang politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Begitu pula dapat terjadi antar kelompok atau antara kelompok dengan individu, misalnya konflik antara kelompok buruh dengan pengusaha yang terjadi karena perbedaan kepentingan di antara keduanya. Para buruh menginginkan upah yang memadai, sedangkan pengusaha menginginkan pendapatan yang besar untuk dinikmati sendiri dan memperbesar bidang serta volume usaha mereka.
  • Perubahan-perubahan nilai yang cepat dan mendadak dalam masyarakat.
Perubahan adalah sesuatu yang lazim dan wajar terjadi, tetapi jika perubahan itu berlangsung cepat atau bahkan mendadak, perubahan tersebut dapat memicu terjadinya konflik sosial. Misalnya, pada masyarakat pedesaan yang mengalami proses industrialisasi yang mendadak akan memunculkan konflik sosial sebab nilai-nilai lama pada masyarakat tradisional yang biasanya bercorak pertanian secara cepat berubah menjadi nilai-nilai masyarakat industri. Nilai-nilai yang berubah itu seperti nilai kegotongroyongan berganti menjadi nilai kontrak kerja dengan upah yang disesuaikan menurut jenis pekerjaannya. Hubungan kekerabatan bergeser menjadi hubungan struktural yang disusun dalam organisasi formal perusahaan. Nilai-nilai kebersamaan berubah menjadi individualis dan nilai-nilai tentang pemanfaatan waktu yang cenderung tidak ketat berubah menjadi pembagian waktu yang tegas seperti jadwal kerja dan istirahat dalam dunia industri. Perubahan-perubahan ini, jika terjadi seara cepat atau mendadak, akan membuat kegoncangan proses-proses sosial di masyarakat, bahkan akan terjadi upaya penolakan terhadap semua bentuk perubahan karena dianggap mengacaukan tatanan kehiodupan masyarakat yang telah ada.

Jenis-jenis Konflik:
Menurut Dahrendorf, konflik dibedakan menjadi 6 macam :
  • Konflik antara atau dalam peran sosial (intrapribadi), misalnya antara peranan-peranan dalam keluarga atau profesi (konflik peran (role))
  • Konflik antara kelompok-kelompok sosial (antar keluarga, antar gank).
  • Konflik kelompok terorganisir dan tidak terorganisir (polisi melawan massa).
  • Konflik antar satuan nasional (kampanye, perang saudara)
  • Konflik antar atau tidak antar agama
  • Konflik antar politik.
  • konflik individu dengan kelompok
Strategi penyelesaian konflik:
  • Pengertian yang tinggi untuk hasil kedua belah pihak akan menghasilkan percobaan untuk mencari jalan keluar yang terbaik.
  • Pengertian yang tinggi untuk hasil kita sendiri hanya akan menghasilkan percobaan untuk "memenangkan" konflik.
  • Pengertian yang tinggi untuk hasil pihak lain hanya akan menghasilkan percobaan yang memberikan "kemenangan" konflik bagi pihak tersebut.
  • Tiada pengertian untuk kedua belah pihak akan menghasilkan percobaan untuk menghindari konflik.
Contoh konflik:
  • Konflik Vietnam berubah menjadi perang.
  • Konflik Timur Tengah merupakan contoh konflik yang tidak terkontrol, sehingga timbul kekerasan. hal ini dapat dilihat dalam konflik Israel dan Palestina.
  • Konflik Katolik-Protestan di Irlandia Utara memberikan contoh konflik bersejarah lainnya.
  • Banyak konflik yang terjadi karena perbedaan ras dan etnis. Ini termasuk konflik Bosnia-Kroasia (lihat Kosovo), konflik di Rwanda, dan konflik di Kazakhstan.

(sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Konflik)


MOTIVASI



Teori X dan teori Y

Douglas McGregor menemukan teori X dan teori Y setelah mengkaji cara para manajer berhubungan dengan para karyawan. Kesimpulan yang didapatkan adalah pandangan manajer mengenai sifat manusia didasarkan atas beberapa kelompok asumsi tertentu dan bahwa mereka cenderung membentuk perilaku mereka terhadap karyawan berdasarkan asumsi-asumsi tersebut.
Ada empat asumsi yang dimiliki manajer dalam teori X.
  • Karyawan pada dasarnya tidak menyukai pekerjaan dan sebisa mungkin berusaha untuk menghindarinya.
  • Karena karyawan tidak menyukai pekerjaan, mereka harus dipakai, dikendalikan, atau diancam dengan hukuman untuk mencapai tujuan.
  • Karyawan akan mengindari tanggung jawab dan mencari perintah formal, di mana ini adalah asumsi ketiga.
  • Sebagian karyawan menempatkan keamanan di atas semua faktor lain terkait pekerjaan dan menunjukkan sedikit ambisi.
Bertentangan dengan pandangan-pandangan negatif mengenai sifat manusia dalam teori X, ada pula empat asumsi positif yang disebutkan dalam teori Y.
  • Karyawan menganggap kerja sebagai hal yang menyenangkan, seperti halnya istirahat atau bermain.
  • Karyawan akan berlatih mengendalikan diri dan emosi untuk mencapai berbagai tujuan.
  • Karyawan bersedia belajar untuk menerima, mencari, dan bertanggungjawab. Karyawan mampu membuat berbagai keputusan inovatif yang diedarkan ke seluruh populasi, dan bukan hanya bagi mereka yang menduduki posisi manajemen.
Pengertian, Visioner, Tegas, Bijaksana Bisa menempatkan diri, Mampu/cakap Terbuka, Mampu mengatur, Disegani , Cerdas, Cekatan, Terampil, Pemotivasi, Jujur, Berwibawa, Berwawasan luas, Konsekuen, Melayani, Credible, Mampu membawa perubahan, Adil, Berperikemanusiaan, Kreatif, Inovatif, Sabar, Bertanggung jawab, Konsiten, Low profile, Sederhana dan humble (rendah hati), Rendah hati/humble, Royal/tidak kikir, berjiwa sosial Loyal (setia) kepada bawahan, Disiplin, Mampu menjadi tauladan/memberi contoh, Punya integritas, Berdikasi/berjiwa mengabdi, Dapat dipercaya (credible), Percaya diri, Kritis, Religious, Mengayomi, Responsive (cepat tanggap), Teliti, Supel (ramah), Pema’af, Peduli (care), Profesional, Berprestasi, Penyelesai Masalah (problem solver), Good looking, Sopan, Cerdas secara emosi (memiliki tingkat EQ yang tinggi).

Teori hierarki kebutuhan

Teori motivasi yang paling terkenal adalah hierarki teori kebutuhan milik Abraham Maslow. Ia membuat hipotesis bahwa dalam setiap diri manusia terdapat hierarki dari lima kebutuhan, yaitu fisiologis (rasa lapar, haus, seksual, dan kebutuhan fisik lainnya), rasa aman (rasa ingin dilindungi dari bahaya fisik dan emosional), sosial (rasa kasih sayang, kepemilikan, penerimaan, dan persahabatan), penghargaan (faktor penghargaan internal dan eksternal), dan aktualisasi diri (pertumbuhan, pencapaian potensi seseorang, dan pemenuhan diri sendiri).
Maslow memisahkan lima kebutuhan ke dalam urutan-urutan. Kebutuhan fisiologis dan rasa aman dideskripsikan sebagai kebutuhan tingkat bawah sedangkan kebutuhan sosial, penghargaan, dan aktualisasi diri sebagai kebutuhan tingkat atas. Perbedaan antara kedua tingkat tersebut adalah dasar pemikiran bahwa kebutuhan tingkat atas dipenuhi secara internal sementara kebutuhan tingkat rendah secara dominan dipenuhi secara eksternal.
Teori kebutuhan Maslow telah menerima pengakuan luas di antara manajer pelaksana karena teori ini logis secara intuitif. Namun, penelitian tidak memperkuat teori ini dan Maslow tidak memberikan bukti empiris dan beberapa penelitian yang berusaha mengesahkan teori ini tidak menemukan pendukung yang kuat.
  
Teori kebutuhan McClelland

Teori kebutuhan McClelland dikembangkan oleh David McClelland dan teman-temannya. Teori kebutuhan McClelland berfokus pada tiga kebutuhan yang didefinisikan sebagai berikut:
  • kebutuhan berprestasi: dorongan untuk melebihi, mencapai standar-standar, berusaha keras untuk berhasil.
  • kebutuhan berkuasa: kebutuhan untuk membuat individu lain berperilaku sedemikian rupa sehingga mereka tidak akan berperilaku sebaliknya.
  • kebutuhan berafiliasi: keinginan untuk menjalin suatu hubungan antarpersonal yang ramah dan akrab. 
 Teori Motivasi menurut Herzberg


Menurut Herzberg (1966), ada dua jenis faktor yang mendorong seseorang untuk berusaha mencapai kepuasan dan menjauhkan diri dari ketidakpuasan. Dua faktor itu disebutnya faktorhigiene (faktor ekstrinsik) dan faktor motivator (faktor intrinsik). Faktor higiene memotivasi seseorang untuk keluar dari ketidakpuasan, termasuk didalamnya adalah hubungan antar manusia, imbalan, kondisi lingkungan, dan sebagainya (faktor ekstrinsik), sedangkan faktor motivator memotivasi seseorang untuk berusaha mencapai kepuasan, yang termasuk didalamnya adalah achievement, pengakuan, kemajuan tingkat kehidupan, dsb (faktor intrinsik).  

 (sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Motivasi; http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/26085/4/Chapter%20II.pdf; http://eprints.uny.ac.id/8654/3/BAB%202%20-%2008416241010.pdf; supiani.staff.gunadarma.ac.id/.../TEORI+TEORI+MO...)