Gambar

Senin, 16 Maret 2015

Peran Komunikasi dalam Organisasi



Pengertian dan Arti Penting Komunikasi
Komunikasi mengandung makna bersama-sama (common). Istilah komunikasi atau communication berasal dari bahasa Latin, yaiu communication yang berarti pemberitahuan atau pertukaran. Kata sifatnya communisyang bermakna umumm atau bersama-sama.
Secara umum, komunikasi adalah proses tercapainya kesamaan pengertian antara individu yang bertindak sebagai sumber dan individu yang bertindak sebagai penerima; meliputi kemampuan berbicara, mendengar,melihat dan kemampuan kognitif. Ada beberapa pengertian mengenai komunikasi yang dikemukakan oleh beberapa ahli, dimana masing-masing pengertian tersebut adalah:
·         Edward Depari: Komunikasi adalah proses penyampaian gagasan, harapan dan pesan yang disampaikan melalui lambing-lambang tertentu, mengandung arti, dilakukan oleh penyampai pesan ditujukan kepada penerima pesan. (Ermawati dkk, 2008)
·         James A.F. Stoner: Komunikasi adalah proses dimana seseorang berusaha memberikan pengertian dengan cara pemindahan pesan. (Ermawati dkk, 2008)
·         John R. Schemerhom: Komunikasi itu dapat diartikan sebagai proses antara pribadi dalam mengirim dan menerima simbol-simbol yang berarti bagi kepentingan mereka. (Ermawati dkk, 2008)
·         Dr. Phill Astrid Susanto: Komunikasi adalah proses pengoperan lambang-lambang yang mengandung arti. (Ermawati dkk, 2008)
·         Human Relation of Work, Keith Davis: Komunikasi adalah proses lewatnya informasi dan pengertian seseorang ke orang lain.
·         Oxford Dictionary, 1956: Komunikasi adalah pengiriman atau tukar-menukar informasi, ide, atau sebagainya. (Ermawati dkk, 2008)
Berdasarkan berbagai pengertian tersebut diatas, dapat disimpulkan bahwa komunikasi merupakan:
1.Kegiatan yang melibatkan dua orang atau lebih
2.Bentuk pembagian ide atau pikiran dengan menggunakan lambang
3.Memiliki tujuan berupa terjadi perubahan pada orang lain.

Jenis Komunikasi
Jenis komunikasi dibagi dalam tiga bentuk yakni verbal, non-verbal, dan para-verbal.
1.      Komunikasi verbal : yakni pesan yang disampaikan dalam bentuk kata-kata atau ucapan, berisi informasi melalui pembicaraan atau bahasa tulisan. Komunikasi verbal bergantung pada bahasa.
2.      Komunika si non-verbal : yakni bentuk pesan yang berupa / disampaikan dengan gerakan tubuh (tidak diucapkan), antara lain dengan facial expression,eye movement, lips movement, body movement, dan physical appearance.
3.      Komunikasi para-verbal : yakni bentuk pesan yang mungkin bersama dengan bentuk pesan verbal (tetapi tidak langsung), misalnya menggunakan saluran radio, televisi, kaset, telepon, alat cetak, dan lain-lain

Proses Komunikasi
Menurut Cutlip dan Centre (2008), komunikasi yang efektif harus dilaksanakan dengan melalui empat tahap, yaitu:
1.      Fact Finding
            Mencari, mengumpul fakta dan data sebelum seseorang melakukan kegiatan           komunikasi. Untuk berbicara di depan suatu masyarakat perlu dicari fakta dan data       tentang masyarakat tersebut, keinginannya, komposisinya dan sebagainya
2.      Planning
Berdasarkan fakta dan data itu dibuatkan rencana tentang apa yang akan dikemukakan dan bagaimana mengemukakannya. Bagi suatu masyarakat yang agraris tentu saja pengemukaan komunikasi haruslah menggunakan cara yang sesuai dengan ciri-ciri agraris.
3.      Communicating
Setelah planning disusun maka tahap selanjutnya adalah communicating atau berkomunikasi.
4.      Evaluation
Penilaian dan analisis kembali diperlukan untuk melihat bagaimana hasil komunikasi tersebut. Ini kemudian menjadi bahan bagi perencanaan melakukan komunikasi selanjutnya.

Komunikasi Efektif
Komunikasi efektif adalah tersampaikannya gagasan, pesan dan perasaan dengan cara yang baik dalam kontak sosial yang baik pula. Komunikasi efektif adalah komunikasi yang pada prosesnya dapat menghasilkan persepsi, perilaku dan pemahaman yang berubah menjadi sama antara komunikator dan komunikan dapat diperoleh. Yaitu apa yg diyakini oleh si pemberi pesan dan yg menerima pesan itu sesuai, maksudnya apa yg diterima oleh si komunikan itu sama dg yg ingin disampaikan oleh komunikator, dimana pesan itu dpt merubah perilaku, sikap, dan pengetahuan si penerima pesan sesuai harapan komunikator.
Lima komponen penting dalam komunikasi, adalah:
a.Sumber (komunikator)
Dalam komunikasi, setiap orang ataupun kelompok dapat menyampaikan pesan-pesan komunikasi itu sebagai suatu proses, dimana komunikator dapat menjadi komunikan dan sebaliknya komunikan dapat menjadi komunikator, hal-hal yang harus diperhatikan oleh komunikator penampilan, penguasaan masalah, dan penguasaan bahasa.
b.Penerima pesan (komunikan)
Komunikan adalah objek, sasaran atau audiens dari suatu sasaran dari kegiatan komunikasi atau orang yang menerima pesan atau lambang. Komunikan bisa berupa klien atau indivudi, keluarga maupun kelompok masyarakat.
c.Isi pesan (message)
Pesan adalah keseluruhan dari apa yang disampaikan oleh komunikator. Pesan ini mempunyai inti pesan atau tema yang sebenarnya menjadi pengarah di dalam suatu usaha mencoba mengubah sikap dan tingkah laku komunikan. Pesan dapat mengupas berbagai segi, namun inti pesan dari komunikasi akan selalu mengarah kepada tujuan akhir komunikasi,
sehingga harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
1.      Penyampaian pesan: dapat dilakukan melalui lisan, tatap muka, langsung, atau menggunakan media / saluran.
2.      Bentuk pesan
a.       Informatif: bersifat memberikan keterangan (fakta-fakta), kemudian komunikan mengambil kesimpulan dan keputusan sendiri
b.      Persuasif: berisikan bujukan, yakni membangkitkan pengertian dan kesadaran manusia bahwa apa yang disampaikan akan memberikanperubahan sikap, tetapi perubahan ini adalah atas kehendak sendiri (bukan dipaksa). Perubahan tersebut diterima atas kesadaran sendiri.
c.       Koersif: penyampaian pesan yang bersifat memaksa dengan menggunakan sanksi-sanksi apabila tidak dilaksanakan.
3.      Merumuskan pesan yang baik
Pesan yang akan disampaikan harus tepat. Ibarat membidik dan menembak, maka peluru harus cocok sesuai dengan sasaran. Pesan yang baik harus memenuhi beberapa syarat antara lain umum( mudah di pahami oleh komunikan), jelas dan gambling, bahasa jelas, positif, seimbang,dan sesuai dengan keinginan serta kebutuhan komunikan.
4.      Hambatan-hambatan terhadap pesan
Seringkali kita mengalami hal-hal yang tidak diharapkan dalam
berkomunikasi, lain yang dituju atau lain juga yang diperoleh. Dengan perkataan lain yang diharapkan tidak sesuai dengan kenyataan. Hal ini disebabkan adanya hambatan-hambatan terutama adalah:
- Hambatan bahasa
            Pesan akan disalah-artikan sehingga tidak mencapai apa yang diinginkan, apabila   bahasa yang digunakan tidak dipahami oleh    komunikan.
            - Hambatan teknis
            Pesan dapat tidak utuh diterima komunikan karena gangguan teknis, misalnya suara           tidak sampai karena pengeras suara rusak, bunyi-bunyian, halilintar, lingku ngan yang     berisik dan sebagainya.
d.Media(saluran)
Media adalah saluran penyampaian pesan. Media komunikasi dapat
dikategorikan dalam dua bagian yaitu:
1.      Media umum: adalah media yang dapat digunakan oleh segala bentuk komunikasi; contohnya radio CB, OHP, dan sebagainya.
2.      Media massa: adalah media yang digunakan untuk komunikasi masal. Disebut demikian karena sifatnya, misalnya: pers, radio, film, dan televisi.
e. Umpan balik (feed back)
Setelah pesan diterima oleh komunikan diharapkan adanya umpan balik (feed back) yang diberikan komunikan, dapat berbentuk bermacam-macam contohnya yaitu:
1.      External feed back: umpan balik yang diterima langsung oleh komunikator dari komunikan
2.      Internal feed back: umpan balik yang diterima komunikator bukan dari komunikan, akan tetapi datang dari pesan itu sendiriatau dari komunikator sendiri.
3.      Direct feed back (immediate feed back): umpan balik langsung dalam suatu komunikasi, komunikan menggerakkan salah satu anggota badannya.
4.      Indirect feed back (delayed feed back): dalam bentuk surat kepada direksi surat kabar, penyiar radio atau penyiar televisi. Dalam hal ini umpan balik membutuhkan waktu.
5.      5.Inferential feed back: umpan balik yang diterima dalam komunikasi massa yang disimpulkan sendiri oleh komunikator meskipun secara tidak langsung, akan tetapi cukup relevandengan pesan yang disampaikan.
Lima pondasi membangun komunikasi efektif
-        Berusaha benar-benar mengerti orang lain (emphatetic communication).
-        Memenuhi komitmen atau janji.
-        Menjelaskan harapan.
-        Meminta maaf secara tulus ketika Anda membuat kesalahan.
-        Memperlihatkan integritas pribadi.

Implikasi Manajerial
Dalam kamus besar bahasa Indonesia implikasi mempunya arti yaitu akibat.kata implikasi sendiri dapat merujuk ke beberapa aspek salah satu aspek yang akan saya bahas kali ini implikasi manajerial. Dalam manajemen sendiri terdapat 2 implikasi yaitu :
1.      Implikasi prosedural meliputi tata cara analisis, pilihan representasi, perencanaan kerja dan formulasi kebijakan.
2.      Implikasi kebijakan meliputi sifat substantif, perkiraan ke depan dan perumusan tindakan.
Jadi implikasi manajerial memiliki arti Proses Pengambilan Keputusan Partisipatif Dalam Organisasi manajerial yang baik.
Teori Managerial Grid
Teori dikemukakan oleh Robert K. Blake dan Jane S. Mouton yang membedakan dua dimensi dalam kepemimpinan, yaitu “concern for people” dan “concern for production”. Pada dasarnya teori managerial grid ini mengenal lima gaya kepemimpinan yang didasarkan atas dua aspek tersebut, yaitu :
1.      Improvised artinya pemimpin menggunakan usaha yang paling sedikit untuk menyelesaikan tugas tertentu dan hal ini dianggap cukup untuk mempertahankan organisasi.
2.      Country Club artinya kepemimpinann didasarkan kepada hubungan informal antara individu artinya perhatian akan kebutuhan individu dengan persahabatan dan menimbulkan suasana organisasi dan tempo kerja yang nyaman dan ramah.
3.      Team yaitu kepemimpinan yang didasarkan bahwa keberhasilan suatu organisasi tergantung kepada hasil kerja sejumlah individu yang penuh dengan pengabdian dan komitmen. Tekanan untama terletak pada kepemimpinan kelompok yang satu sama lain saling memerlukan. Dasar dari kepemimpinan kelompok ini adalah kepercayaan dan penghargaan.
4.      Task artinya pemimpin memandang efisiensi kerja sebagai factor utama keberhasilan organisasi. Penampilan terletak pada penampilan individu dalam organisasi.
5.      Midle Road artinya kepemimpinan yang menekankan pada tingkat keseimbangan antara tugas dan hubungan manusiawi , dengan kata lain kinerja organisasi yang mencukupi dimungkinkan melalui penyeimbangan kebutuhan untuk bekerja dengan memelihara moral individu pada tingkat yang memuaskan.

Sumber:
WIRYANTO. 2004. Pengantar Ilmu Komunikasi.Jakarta: Grasindo.
retno_ekawaty.staff.gunadarma.ac.id/.../Komunikasi+...
http://dimasihsanprasetyo.blogspot.com/2013/05/implikasi-manajerial.html







Kamis, 06 November 2014

Yahoo Enggan Lepas Indonesia

http://images.detik.com/content/2014/11/05/319/113445_yahoo.jpg

Jakarta - Yahoo mempunyai alasan tersendiri mengapa mereka masih bertahan di pasar Indonesia. Kendati saat ini, ada gosip yang berhembus bahwa raksasa internet ini siap memangkas karyawannya dan menutup kantornya di Tanah Air.

Head of Corporate Communications, India & South East Asia Yahoo, Barsha Panda, mengatakan bahwa pertumbuhan Yahoo di Tanah Air masih berada pada jalur yang benar.

Walaupun entah, di masa depan mereka mungkin mempunyai metode yang berbeda dari sebelumnya. Termasuk kabar akan menutup kantor operasional di Indonesia.

"Kita memastikan bahwa Yahoo berada pada jalur pertumbuhan yang berkelanjutan, kami terus melihat area bisnis kami di mana kita dapat mencapai efisiensi yang lebih besar, kolaborasi dan inovasi dengan mempersatukan model operasional kami," kilah Panda, kepada detikINET, Rabu (5/11/2014).

Yahoo yang kabarnya juga akan menutup 2 kantor lain di Asia Tenggara selain Indonesia, seperti Malaysia dan Vietnam masih menganggap potensi lokal masih besar.

"Indonesia merupakan pasar yang penting bagi Yahoo, dan kami berkomitmen untuk membawa produk berkualitas dan great experience untuk pengguna dan pengiklan kami," tandasnya.

Kendati memastikan tidak akan keluar dari Indonesia, Panda tidak memerinci lebih jauh mengenai apa yang terjadi di Yahoo Indonesia, termasuk soal nasib karyawan di sana. Kabarnya karyawan yang kena PHK adalah di bagian editorial dan bagian penjualan tetap dipertahankan. Semuanya berjumlah 50 orang.

Malahan ada kabar lebih lanjut yang mengatakan bahwa Yahoo Indonesia tidak akan mempunyai kantor setelah tanggal 14 Desember 2014 mendatang.

(tyo/fyk)

(sumber: http://inet.detik.com/read/2014/11/05/113241/2739435/319/yahoo-enggan-lepas-indonesia)

Pendapat:
Menurut saya, lebih Yahoo terus tingkatkan performanya. Sehingga kabar-kabar seperti tidak perlu diberitakan. Menurut saya Yahoo masih baik untuk sebuah situs browser yang besar, namun belum bisa mengalahkan dengan Google. 

Mengaktifkan Pengenal Tulisan Tangan di LG G3



Metrotvnews.com: LG G3 sudah dilengkapi fitur pengenal tulisan tangan seperti Galaxy Note. Jika bosan mengetik di keyboard virtual, Anda dapat mengaktifkan fitur ini dengan cara yang sangat sederhana.

Fitur pengenal tulisan tangan ini dapat digunakan untuk menulis SMS atau ngobrol di aplikasi semacam WhatsApp. Pertama, ketuk lambang gir untuk mengatur keyboard, seperti gambar di bawah ini.



Ketika Anda memencet menu tersebut, akan muncul tiga simbol, yaitu microphone untuk memberi perintah suara, pensil untuk pengenal tulisan tangan dan Clip Tray yang memuat semua teks yang pernah Anda salin (copy). Pilih tanda pensil.

Sesudah itu, Anda akan diminta mengunduh bahasa sebagai referensi untuk mengenal tulisan tangan. Anda bisa memilih bahasa sesuai selera, apakah Indonesia atau Inggris. Jika sudah selesai mengunduh, Anda akan bisa menulis pesan dengan tangan, seperti di bawah ini.




 
ABE 
 
(sumber: http://teknologi.metrotvnews.com/read/2014/08/16/278375/mengaktifkan-pengenal-tulisan-tangan-di-lg-g3)

Jangan Obati Luka Bakar dengan Pasta Gigi!

Metrotvnews.com, Jakarta: Pasta gigi atau mentega kerap digunakan untuk menangani luka bakar. Padahal, langkah tersebut tidak tepat.

"Menggunakan mentega atau pasta gigi adalah sebuah kesalahan karena bisa memperparah luka dan menambah infeksi. Mentega atau pasta gigi hanya akan menambah panas," jelas Ketua Unit Luka Bakar Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, dr. R. Aditya Wardhana, SpBP-RE (K), MARS.

Ditemui di seminar bertajuk "Mendobrak Mitos Seputar Luka Bakar: Perawatan yang tepat Wujudkan Kualitas Hidup Lebih Baik" di RSCM, Selasa (4/11/2014), Aditya menguraikan, langkah tepat yang paling benar untuk menangani luka bakar adalah dengan mendinginkan luka di bawah kucuran air mengalir.

"Paling bagus pakai air mengalir bersuhu 15 derajat dan diguyurkan ke luka bakar selama 20 menit," imbuhnya.

Pemberian air dingin ini harus dilakukan dalam rentang waktu maksimal 1-3 jam setelah kejadian. Sebab jika terlambat, langkah tersebut tidak akan banyak membantu.

"Semakin cepat luka bakar ditangani dengan perawatan tepat, semakin besar pula kemungkinan bekas luka dapat pulih dengan baik," pungkasnya.
ROS 
 
(sumber: http://rona.metrotvnews.com/read/2014/11/04/314199/jangan-obati-luka-bakar-dengan-pasta-gigi)

7 Warna Santai untuk Kamar Tidur

Foto: Warna pirus atau turquoise untuk kamar tidur/Amerikanki
Foto: Warna pirus atau turquoise untuk kamar tidur/Amerikanki

Metrotvnews.com: Warna adalah salah satu hal yang paling penting untuk dipertimbangkan ketika mengecat kamar tidur. Desainer paham psikologi warna sehingga kamar tidur selalu terlihat indah dan bisa menenangkan penghuninya.

Jika Anda tengah memilih warna cat untuk kamar tidur, berikut beberapa pilihan warna cat yang santai dan indah seperti dikutip dari Amerikanki:
1. Pirus (Turquoise)
Warna biru hijau atau sering juga disebut warna laut ini mengekspresikan energi positif dari kasih sayang, ukuran tak terbatas, kesetiaan, dan protektif. Jika Anda menyukai laut atau tinggal dekat laut, pirus adalah warna yang tepat untuk kamar tidur Anda.


2. Hijau cerah
Hijau cerah adalah warna cat yang sangat baik untuk mereka yang mencintai hutan. Anda dapat berbaring di tempat tidur sambil membayangkan suara pohon, burung, dan angin. Warna ini memiliki energi positif terkait dengan hidup, kesegaran, tumbuhan, dan subur. Warna ini benar-benar dapat membantu Anda bersantai, damai setelah hari kerja yang panjang.

1. Pirus (Turquoise)
Warna biru hijau atau sering juga disebut warna laut ini mengekspresikan energi positif dari kasih sayang, ukuran tak terbatas, kesetiaan, dan protektif. Jika Anda menyukai laut atau tinggal dekat laut, pirus adalah warna yang tepat untuk kamar tidur Anda.

2. Hijau cerah
Hijau cerah adalah warna cat yang sangat baik untuk mereka yang mencintai hutan. Anda dapat berbaring di tempat tidur sambil membayangkan suara pohon, burung, dan angin. Warna ini memiliki energi positif terkait dengan hidup, kesegaran, tumbuhan, dan subur. Warna ini benar-benar dapat membantu Anda bersantai, damai setelah hari kerja yang panjang.


3. Persik (Peach)
Peach adalah salah satu warna yang santai untuk digunakan di kamar tidur. Jika merah muda atau pink gelap dianggap agresif, peach memungkinkan Anda memiliki kamar tidur merah muda tetapi dengan cara yang jauh lebih santai. Peach mengandung arti kelembutan, hangat, dan nyaman.


4. Ungu (Deep purple)
Ungu adalah warna bangsawan. Ratu Elizabeth I melarang siapa pun kecuali anggota keluarga kerajaan untuk memakai ungu. Ungu diterima sebagai  status kerajaan elit karena kelangkaan warnanya. Bahkan, ungu memiliki banyak arti yang berbeda termasuk gengsi, kaya, dan visioner. Jika Anda ingin merasa santai, cat kamar tidur dengan warna ungu.


5. Biru cerah
Warna ini akan memberikan suasana kamar tidur Anda menjadi sejuk. Biru adalah warna yang dicintai dan santai. Biru berarti energi, mengesankan, menggembirakan, dan bersemangat. Biru cerah akan membantu Anda bersantai dan mendapatkan energi baru.


6. Putih
Orang-orang yang memilih putih untuk kamar tidur tahu bahwa warna ini yang paling santai. Jika Anda ingin membuat kamar tidur menjadi modern, chic, dan santai, pilih warna putih. Nuansa ruangan Anda akan selalu bersih, murni, sejuk, terang, dan jelas.


7. Kuning cerah (Light yellow)
Kuning dapat membuat kamar tidur terasa cerah dan santai. Cerah, positif, dan kebahagiaan adalah energi yang dipancarkan warna ini.
 
 
 
 
 
 
(sumber: http://rona.metrotvnews.com/read/2014/11/04/314176/7-warna-santai-untuk-kamar-tidur)

Minggu, 02 November 2014

Kepemimpinan

Kepemimpinan atau leadership merupakan ilmu terapan dari ilmu-ilmu social, sebab prinsip-prinsip dan rumusannya diharapkan dapat mendatangkan manfaat bagi kesejahteraan manusia (Moejiono, 2002). Ada banyak pengertian yang dikemukakan oleh para pakar menurut sudut pandang masing-masing, definisi-definisi tersebut menunjukkan adanya beberapa kesamaan.

Menurut Tead; Terry; Hoyt (dalam Kartono, 2003)  Pengertian Kepemimpinan yaitu kegiatan atau seni mempengaruhi orang lain agar mau bekerjasama yang didasarkan pada kemampuan orang tersebut untuk membimbing orang lain dalam mencapai tujuan-tujuan yang diinginkan kelompok.

Menurut Young (dalam Kartono, 2003) Pengertian Kepemimpinan yaitu bentuk dominasi yang didasari atas kemampuan pribadi yang sanggup mendorong atau mengajak orang lain untuk berbuat sesuatu yang berdasarkan penerimaan oleh kelompoknya, dan memiliki keahlian khusus yang tepat bagi situasi yang khusus.

Moejiono (2002) memandang bahwa leadership tersebut sebenarnya sebagai akibat pengaruh satu arah, karena pemimpin mungkin memiliki kualitas-kualitas tertentu yang membedakan dirinya dengan pengikutnya. Para ahli teori sukarela (compliance induction theorist) cenderung memandang leadership sebagai pemaksaan atau pendesakan pengaruh secara tidak langsung dan sebagai sarana untuk membentuk kelompok sesuai dengan keinginan pemimpin (Moejiono, 2002).

Dari beberapa definisi diatas dapat disimpulkan bahwa kepemimpnan merupakan kemampuan mempengaruhi orang lain, bawahan atau kelompok, kemampuan mengarahkan tingkah laku bawahan atau kelompok, memiliki kemampuan atau keahlian khusus dalam bidang yang diinginkan oleh kelompoknya, untuk mencapai tujuan organisasi atau kelompok.

Macam – macam Tipe Kepemimpinan:

1. Tipe Kepemimpinan Kharismatis
Tipe kepemimpinan karismatis memiliki kekuatan energi, daya tarik dan pembawaan yang luar biasa untuk mempengaruhi orang lain, sehingga ia mempunyai pengikut yang sangat besar jumlahnya dan pengawal-pengawal yang bisa dipercaya. Kepemimpinan kharismatik dianggap memiliki kekuatan ghaib (supernatural power) dan kemampuan-kemampuan yang superhuman, yang diperolehnya sebagai karunia Yang Maha Kuasa. Kepemimpinan yang kharismatik memiliki inspirasi, keberanian, dan berkeyakinan teguh pada pendirian sendiri. Totalitas kepemimpinan kharismatik memancarkan pengaruh dan daya tarik yang amat besar.

2. Tipe Kepemimpinan Paternalistis/Maternalistik
Kepemimpinan paternalistik lebih diidentikkan dengan kepemimpinan yang kebapakan dengan sifat-sifat sebagai berikut: (1) mereka menganggap bawahannya sebagai manusia yang tidak/belum dewasa, atau anak sendiri yang perlu dikembangkan, (2) mereka bersikap terlalu melindungi, (3) mereka jarang memberikan kesempatan kepada bawahan untuk mengambil keputusan sendiri, (4) mereka hampir tidak pernah memberikan kesempatan kepada bawahan untuk berinisiatif, (5) mereka memberikan atau hampir tidak pernah memberikan kesempatan pada pengikut atau bawahan untuk mengembangkan imajinasi dan daya kreativitas mereka sendiri, (6) selalu bersikap maha tahu dan maha benar.
Sedangkan tipe kepemimpinan maternalistik tidak jauh beda dengan tipe kepemimpinan paternalistik, yang membedakan adalah dalam kepemimpinan maternalistik terdapat sikap over-protective atau terlalu melindungi yang sangat menonjol disertai kasih sayang yang berlebih lebihan.

3. Tipe Kepemimpinan Militeristik
Tipe kepemimpinan militeristik ini sangat mirip dengan tipe kepemimpinan otoriter. Adapun sifat-sifat dari tipe kepemimpinan militeristik adalah: (1) lebih banyak menggunakan sistem perintah/komando, keras dan sangat otoriter, kaku dan seringkali kurang bijaksana, (2) menghendaki kepatuhan mutlak dari bawahan, (3) sangat menyenangi formalitas, upacara-upacara ritual dan tanda-tanda kebesaran yang berlebihan, (4) menuntut adanya disiplin yang keras dan kaku dari bawahannya, (5) tidak menghendaki saran, usul, sugesti, dan kritikan-kritikan dari bawahannya, (6) komunikasi hanya berlangsung searah.

4. Tipe Kepemimpinan Otokratis (Outhoritative, Dominator)
Kepemimpinan otokratis memiliki ciri-ciri antara lain: (1) mendasarkan diri pada kekuasaan dan paksaan mutlak yang harus dipatuhi, (2) pemimpinnya selalu berperan sebagai pemain tunggal, (3) berambisi untuk merajai situasi, (4) setiap perintah dan kebijakan selalu ditetapkan sendiri, (5) bawahan tidak pernah diberi informasi yang mendetail tentang rencana dan tindakan yang akan dilakukan, (6) semua pujian dan kritik terhadap segenap anak buah diberikan atas pertimbangan pribadi, (7) adanya sikap eksklusivisme, (8) selalu ingin berkuasa secara absolut, (9) sikap dan prinsipnya sangat konservatif, kuno, ketat dan kaku, (10) pemimpin ini akan bersikap baik pada bawahan apabila mereka patuh.

5. Tipe Kepemimpinan Laissez Faire
Pada tipe kepemimpinan ini praktis pemimpin tidak memimpin, dia membiarkan kelompoknya dan setiap orang berbuat semaunya sendiri. Pemimpin tidak berpartisipasi sedikit pun dalam kegiatan kelompoknya. Semua pekerjaan dan tanggung jawab harus dilakukan oleh bawahannya sendiri. Pemimpin hanya berfungsi sebagai simbol, tidak memiliki keterampilan teknis, tidak mempunyai wibawa, tidak bisa mengontrol anak buah, tidak mampu melaksanakan koordinasi kerja, tidak mampu menciptakan suasana kerja yang kooperatif. Kedudukan sebagai pemimpin biasanya diperoleh dengan cara penyogokan, suapan atau karena sistem nepotisme. Oleh karena itu organisasi yang dipimpinnya biasanya morat marit dan kacau balau.

6. Tipe Kepemimpinan Populistis
Kepemimpinan populis berpegang teguh pada nilai-nilai masyarakat yang tradisonal, tidak mempercayai dukungan kekuatan serta bantuan hutang luar negeri. Kepemimpinan jenis ini mengutamakan penghidupan kembali sikap nasionalisme.

7. Tipe Kepemimpinan Administratif/Eksekutif
Kepemimpinan tipe administratif ialah kepemimpinan yang mampu menyelenggarakan tugas-tugas administrasi secara efektif. Pemimpinnya biasanya terdiri dari teknokrat-teknokrat dan administratur-administratur yang mampu menggerakkan dinamika modernisasi dan pembangunan. Oleh karena itu dapat tercipta sistem administrasi dan birokrasi yang efisien dalam pemerintahan. Pada tipe kepemimpinan ini diharapkan adanya perkembangan teknis yaitu teknologi, indutri, manajemen modern dan perkembangan sosial ditengah masyarakat.

8. Tipe Kepemimpinan Demokratis
Kepemimpinan demokratis berorientasi pada manusia dan memberikan bimbingan yang efisien kepada para pengikutnya. Terdapat koordinasi pekerjaan pada semua bawahan, dengan penekanan pada rasa tanggung jawab internal (pada diri sendiri) dan kerjasama yang baik. kekuatan kepemimpinan demokratis tidak terletak pada pemimpinnya akan tetapi terletak pada partisipasi aktif dari setiap warga kelompok.
Kepemimpinan demokratis menghargai potensi setiap individu, mau mendengarkan nasehat dan sugesti bawahan. Bersedia mengakui keahlian para spesialis dengan bidangnya masing-masing. Mampu memanfaatkan kapasitas setiap anggota seefektif mungkin pada saat-saat dan kondisi yang tepat.

Teori Kepemimpinan 

1. Teori orang-orang terkemuka Bernard, Bingham, Tead dan Kilbourne menerangkan kepemimpinan berkenaan dengan sifat-sifat dasar kepribadian dan karakter.

2. Teori lingkungan
Mumtord, menyatakan bahwa pemimpin muncul oleh kemampuan dan keterampilan yang memungkinkan dia memecahkan masalah sosial dalam ke
adaan tertekan, perubahan dan adaptasi. Sedangkan Murphy, menyatakan kepemimpinantidak terletak dalam diri individu melainkan merupakan fungsi dari suatu peristiwa.

3. Teori personal situasional
Case (1933) menyatakan bahwa kepemimpinan dihasilkan dari rangkaian tiga faktor, yaitu sifat kepribadian pemimpin, sifat dasar kelompok dan anggotanya serta peristiwa yang diharapkan kepada kelompok.

4. Teori interaksi harapan
Homan (1950) menyatakan semakin tinggi kedudukan individu dalam kelompok maka aktivitasnya semakin meluas dan semakin banyak anggota kelompok yang berhasil diajak berinteraksi.

5. Teori humanistik
Likert (1961) menyatakan bahwa kepemimpinan merupakan proses yang saling
berhubungan dimana seseorang pemimpin harus memperhitungkan harapan-harapan, nilai-nilai dan keterampilan individual dari mereka yang terlibat dalam interaksi yang berlangsung.

6. Teori pertukaran
Blau (1964) menyatakan pengangkatan seseorang anggota untuk menempati status yang cukup tinggi merupakan manfaat yang besar bagi dirinya. Pemimpin cenderung akan kehilangan kekuasaaanya bila para anggota tidak lagi sepenuh hati melaksanakan segala kewajibannya. 


(sumber: http://file.upi.edu/Direktori/FIP/JUR._PEND._LUAR_SEKOLAH/194505031971091-MUHAMMAD_KOSIM_SIRODJUDIN/DEFINISI_DAN_TEORI_KEPEMIMPINANx.pdf; http://belajarpsikologi.com/tipe-tipe-kepemimpinan/; http://belajarpsikologi.com/pengertian-kepemimpinan-menurut-para-ahli/)