Gambar

Sabtu, 11 Oktober 2014

Ciri-ciri, Unsur dan Teori Organisasi

Ciri-Ciri Organisasi
  1. Organisasi harus memiliki anggota yang jelas identitas dan kuantitasnya.
  2. Organisasi harus memiliki identitas yang jelas tentang keberadaannya dalam masyarakat.
  3. Terjadi interaksi antar pemimpin atau pendiri organisasi dengan kelompok atau perorangan dalam organisasi sehingga jelas dalam pembagian tugasnya.
  4. Dikembangkan untuk mencapai tujuan. 
  5. Setiap aktivitas organisasi harus mengacu pada manajemen yang sehat.
  6. Dari interaksi atau aktivitas, maka timbul ide yang mentransformasikan menjadi artifak, nilai, dan asumsi.
  7. Setelah ditransformasikan, maka diimplementasikan sehingga membentuk suatu organisasi.
  8. Adanya pembelajaran (learning) kepada anggota baru dalam organisasi.
  9. Setiap aktivitas organisasi harus mengacu pada manajemen yang sehat.
Unsur Organisasi
Menuruth Keith Davis ada tiga unsur penting dalam organisasi, yaitu.
  1. Unsur pertama, bahwa partisipasi atau keikutsertaan sesungguhnya merupakan suatu keterlibatan mental dan perasaan, lebih daripada semata-mata atau hanya keterlibatan secara jasmaniah.
  2. Unsur kedua adalah kesediaan memberi sesuatu sumbangan kepada usaha mencapai tujuan kelompok. Ini berarti, bahwa terdapat rasa senang, kesukarelaan untuk membantu kelompok.
  3. Unsur ketiga adalah unsur tanggung jawab. Unsur tersebut merupakan segi yang menonjol dari rasa menjadi anggota. Hal ini diakui sebagai anggota artinya ada rasa “sense of belongingness”.
Teori Organisasi

Teori Organisasi Klasik 
Teori ini biasa disebut dengan “teori tradisional” atau disebut juga “teori mesin”. Berkembang mulai 1800-an (abad 19).  Dalam teori ini organisasi digambarkan sebuah lembaga yang tersentralisasi dan tugas-tugasnnya terspesialisasi serta memberikan petunjuk mekanistik structural yang kaku tidak mengandung kreatifitas.

Dalam teori ini organisasi digambarkan seperti toet piano dimana masing-masing nada mempunyai spesialisasi (do.. re.. mi.. fa.. so.. la.. si..) dimana apabila tiap nada dirangkai maka akan tercipta lagu yang indah begitu juga dengan organisasi.

Dikatakan teori mesin karena organisasi ini menganggab manusia bagaikan sebuah onderdil yang setiap saat bisa dipasang dan digonta-ganti sesuai kehendak pemimpin.
            Defisi Organisasi menurut Teori Klasik:

Organisasi merupakan struktur hubungan, kekuasaan-kejuasaan, tujuan-tujuan, peranan-peranan, kegiatan-kegiatan, komunikasi dan factor-faktor lain apabila orang bekerja sama.

Teori Organisasi klasik sepenuhnya menguraikan anatomi organisasi formal. Empat unsure pokok yang selalu muncul dalam organisasi formal:
a.      Sistem kegiatan yang terkoordinasi
b.      Kelompok orang
c.       Kerjasama
d.     Kekuasaan & Kepemimpinan

       Sedangkan menurut penganut teori klasik suatu organisasi tergantung pada empat kondisi pokok: Kekuasaan, Saling melayani, Doktrin, Disiplin.
Sedangkan yang dijadikan tiang dasar penting dalam organisasi formal adalah:
a.      Pembagian kerja (untuk koordinasi)
b.      Proses Skalar & Fungsional (proses pertumbuhan vertical dan horizontal)
c.       Struktur (hubungan antar kegiatan)
d.     Rentang kendali (berapa banyak atasan bisa mengendalikan bawahan).

            Teori Klasik berkembang dalam 3 Aliran:
¨ Birokrasi: Dikembangkan dari Ilmu Sosiologi
¨Administrasi: Langsung dari praktek manajemen memusatkan Aspek Makro sebuah organisasi.
¨ Manajemen Ilmiah: Langsung dari praktek manajemen memusatkan Aspek Mikro sebuah organisasi.
Semua teori diatas dikembangkan sekitar tahun 1900-1950. Pelopor teori ini kebanyakan dari sebuah negara berbentuk kerajaan “Mesir, Cina & Romawi”.

            Teori Birokrasi
Dikemukakan oleh “MAX WEBER” dalam buku “The Protestant Ethic and Spirit of Capitalism” dan “The Theory of Social and Economic Organization”.
Istilah BIROKRASI berasal dari kata LEGAL_RASIONAL:
“Legal” disebakan adanya wewenang dari seperangkat aturan prosedur dan peranan yang dirumuskan secara jelas.  Sedangkan “Rasional”  karena adanya penetapan tujuan yang ingin dicapai.
Karekteristik-karekteristik birokrasi menurut Max Weber:

            a.     Pembagian kerja
            b.   Hirarki wewenang
            c.   Program  rasional
                        d.  Sistem Prosedur                        e.  Sistem Aturan hak kewajiban
                        f.   Hubungan antar pribadi yang bersifat impersonal      


 
            Teori Administrasi
Teori ini dikembangkan oleh Henry Fayol, Lyndall Urwick dari Eropa  dan James D. Mooney, Allen Reily dari Amerika.

HENRY FAYOL (1841-1925): Seorang industrialis asal Perancis tahun 1916 menulis sebuah buku “Admistration industrtrielle et Generale” diterjemahkan dalam bahasa inggris 1926 dan baru dipublikasikan di amerika 1940.
14 Kaidah manjemen menurut Fayol yang menjadi dasar teori administrasi:
ª      Pembagian kerja
ª      Wewenang & tanggung jawab
ª      Disiplin
ª      Kesatuan perintah
ª      Kesatuan pengarahan
ª      Mendahulukan kepentingan umum
ª      Balas jasa
ª      Sentralisasi
ª      Rantai Skalar
ª      Aturan
ª      Keadilan
ª      Kelanggengan personalia
ª      Inisiatif
ª      Semangat korps

Fayol membagi kegiatan industri menjadi 6 kelompok:
§        Kegiatan Teknikal (Produksi, Manufaktur, Adaptasi)
§        Kegiatan Komersil (Pembelian, Penjualan, Pertukaran)
§        Kegiatan Financial (penggunaan optimum modal)
§        Kegiatan Keamanan
§        Kegiatan Akuntansi
§        Kegiatan Manajerial atau “FAYOL’s FUNCTIONALISM” yaitu:
a.      Perencanaan
b.      Pengorganisasian
c.       Pemberian perintah
d.     Pengkoordinasian
e.      Pengawasan

JAMES D. MOONEY & ALLEN REILLY :1931 
 Menerbitkan sebuah buku “ONWARD INDUSTRY” inti dari pendapat mereka adalah “koordinasi merupakan factor terpenting dalam perencanaan organisasi”. Tiga prinsip yang harus diterapkan dalam sebuah organisasi menurut mereka adalah:
a.      Prinsip Koordinasi
b.      Prinsip Skalar & Hirarkis
c.       Prinsip Fungsional

 
            Manajemen Ilmiah
Dikembangkan tahun 1900 oleh FREDERICK WINSLOW TAYLOR).  Definisi Manajemen Ilmiah:
“Penerapan metode ilmiah pada studi, analisa dan pemecahan masalah organisasi” atau “Seperangkat mekanisme untuk meningkatkan efesiensi kerja”.

F.W. TAYLOR menuangkan ide dalam tiga makalah: “Shop Management”, “The Principle Oif Scientific Management” dan “Testimony before the Special House Comitte”.  Dari tiga makalah tersebut lahir sebuah buku “Scientific Management”. 

Berkat jasa-jasa yang sampai sekarang konsepnya masih dipergunakan pada praktek manajemen modern maka F.W. TAYLOR dijuluki sebagai “BAPAK MANAJEMEN ILMIAH”.

Empat kaidah Manajemen menurut Frederick W. Taylor:
a.      Menggantikan metode kerja dalam praktek dengan metode atas dasar ilmu pengetahuan.
b.      Mengadakan seleksi, latihan dan pengembangan karyawan
c.       Pengembangan ilmu tentang kerja, seleksi, latihan dan pengembangan secara ilmiah perlu intregasikan.
        d.     Perlu dikembangkan semangat dan mental karyawan untuk mencapai manfaat manajemen ilmiah.


         Teori Nonklasik
         Aliran yang berikutnya muncul adalah aliran Neoklasik disebut juga dengan “Teori   Hubungan manusiawi”. Teori ini muncul akibat ketidakpuasan dengan teori klasik dan teori merupakan penyempurnaan teori klasik. Teori ini menekankan pada  “pentingnya aspek psikologis dan social karyawan sebagai individu ataupun kelompok kerja”.

HUGO MUNSTERBERG

Salah tokoh neoklasik pencetus “Psikologi Industri”. Hugo menulis sebuah buku “Psychology and Industrial Effeciency” tahun 1913. Buku tersebut merupakan jembatan antara manajemen ilmiah dan neoklasik. Inti dari pandangan Hugo adalah menekankan adanya perbedaan karekteristik individu dalam organisasi dan mengingatkan adannya pengaruh factor social dan budaya terhadap organisasi.

Munculnya teori neoklasik diawali dengan inspirasi percobaan yang dilakukan di Pabrik Howthorne tahun 1924 milik perusahaan Western Elektric di Cicero yang disponsori oleh Lembaga Riset Nasional Amerika. Percobaan yang dilakukan ELTON MAYO seorang riset dari Western Electric menyimpulkan bahwa pentingnya memperhatikan insentif upah dan Kondisi kerja karyawan dipandang sebagai factor penting peningkatan produktifitas.

Dalam pembagian kerja  Neoklasik memandang perlunya:
a.      Partisipasi
b.      Perluasan kerja
c.       Manajemen bottom_up


      Teori Modern
Teori ini muncul pada tahun 1950 sebagai akibat ketidakpuasan dua teori sebelumnya yaitu klasik dan neoklasik. Teori Modern sering disebut dengan teori “Analiasa Sistem” atau “Teori Terbuka” yang memadukan antara teori klasik dan neokalsi. Teori Organisasi Modern melihat bahwa semua unsure organisasi sebagai satu kesatuan  yang saling bergantung dan tidak bisa dipisahkan. Organisasi bukan system tertutup yang berkaitan dengan lingkungan yang stabil akan tetapi organisasi merupakan system terbuka yang berkaitan dengan lingkunngan dan apabila ingin survivel atau dapat bertahan hidup maka ia harus bisa beradaptasi dengan lingkungan.

Teori Modern VS Teori Klasik
a.      Teori Klasik memusatkan pandangan pada analisa dan deskripsi organisasi sedangkan Teori Modern menekankan pada perpaduan & perancangan sehingga terlihat lebih menyeluruh.
b.      Teori Klasik membicarakan konsep koordinasi, scalar, dan vertical sedangkan Teori Modern lebih dinamis, sangat komplek, multilevel, multidimensi dan banyak variable yang dipertimbangkan.





Referensi:
https://www.facebook.com/HimpunanPengurusOrganisasiSiswaAntarSekolah/posts/
http://id.wikipedia.org/wiki/Organisasi#Unsur-unsur
panel.petra.ac.id/ejournal/index.php/man/article/view/17039/17003
s_tiwi.staff.gunadarma.ac.id/.../files/.../MINGGU_3.do. 









 




















 
 
 

Kamis, 02 Oktober 2014

MDGS 2025



Millenium Development Goals (MDGs) adalah hasil kesepakatan 189 kepala Negara dan pemerintahan pada pertemuan United Nations Millenium Declaration tahun 2000 yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan umat di seluruh dunia. Telah dilakukan revisi pada tahun 2005 dengan 8 target yang harus diupayakan terjadi perubahan yang berarti pada tahun 2015.
MDG 1: Membasmi kemiskinan dan kelaparan

MDG 2: Pencapaian pendidikan dasar yang universal

MDG 3: Mempromosikan kesetaraann gender dan pemberdayaan perempuan

MDG 4: Mengurangi Angka Kematian Bayi dan Anak

MDG 5: Memperbaiki kualitas kesehatan maternal

MDG 6: Membasmi penyakit HIV AIDS, Malaria dan penyakit menular lainnya.

MDG 7: Perbaikan lingkungan yang terus menerus
MDG 8: Kerjasama global untuk pengembangan

Pada Oktober 2015, target waktu pencapaian delapan poin Tujuan Pembangunan Milenium (MDGs) akan berakhir. Kini, segala sesuatu harus dilakukan dengan segera dan cepat dalam kaitan dengan pemberantasan kemiskinan dan kelaparan, akses terhadap pendidikan dasar dan perbaikan kesehatan, serta pelestarian lingkungan hidup dan kerja sama global.

Salah satu target terpenting MDGs adalah memangkas jumlah orang miskin menjadi tinggal separuh jumlah yang tercatat pada 1990. Saat itu, persentase jumlah orang miskin mencapai angka 43 persen. Kita patut bersyukur bahwa secara global, target tersebut telah tercapai pada 2010, saat jumlah orang miskin berkurang menjadi 21 persen, sekitar 50 persen dari jumlah pada 1990.

Meski demikian, jumlah tersebut masih terbilang besar. Betapa tidak? Dengan menggunakan angka US$ 1,25 per hari sebagai batas kemiskinan, tercatat hampir 1,2 miliar warga dunia masih berkutat dalam kemiskinan, termasuk 400 juta anak yang masih hidup dalam kondisi kemiskinan ekstrem (data Bank Dunia pada 2013). Apalagi, penyebab pengurangan kemiskinan global terutama adalah perkembangan positif di Asia, khususnya Cina. Di negara itu, selama dua dekade terakhir, ratusan juta orang mengalami peningkatan  kesejahteraan sosial-ekonomi.

Sementara itu, gambar positif pengurangan kemiskinan berubah menjadi negatif ketika dihadapkan pada kenyataan bahwa fenomena kelaparan di dunia semakin luas. Saat ini, sekitar 1 miliar penduduk dunia mengalami kekurangan makanan, meningkat sekitar 2 persen dibandingkan pada 1990. Artinya, target penurunan tingkat kelaparan hingga 50 persen diprediksi tidak akan tercapai.

Beberapa target MDGs lainnya juga belum menunjukkan perkembangan yang membesarkan hati. Janji negara-negara kaya untuk memberikan hibah 0,7 persen dari PDB-nya untuk pencapaian MDGs di negara-negara miskin hanya ditepati oleh beberapa negara Eropa. Angka kematian ibu, penyebaran HIV/AIDS dan malaria, pelestarian hutan, serta akses air bersih dan sanitasi masih jauh dari harapan.

Bagaimana dengan pencapaian MDGs Indonesia?

BPS mengukur garis kemiskinan dengan penghasilan Rp 300 ribu per orang per bulan untuk penduduk perkotaan dan Rp 250 ribu per orang per bulan untuk penduduk desa. Pengukuran itu sama dengan US$ 1,5-1,6 per orang per bulan dengan patokan kurs, sementara acuan internasional menggunakan patokan tarif pasar. Berdasarkan indikator tersebut, angka kemiskinan di Indonesia pada Maret 2014 mencapai 28,28 juta jiwa atau 11,25 persen dari jumlah total penduduk. Dibanding pada September 2013, telah terjadi penurunan jumlah orang miskin dari 11,46 persen menjadi 11,25 persen.

Meski demikian, pada saat yang sama, terjadi kenaikan indeks kedalaman kemiskinan dari 1,75 persen menjadi 1,89 persen. Begitu pula dengan indeks keparahan kemiskinan, yang naik dari 0,43 persen menjadi 0,48 persen (BPS, 2014). Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kemiskinan di Indonesia semakin parah karena menjauhi garis kemiskinan, sementara ketimpangan pengeluaran penduduk miskin semakin melebar.

Ada tiga hal yang diyakini bisa mengatasi akar masalah kemiskinan dan kelaparan (MDGs 1-2) di Indonesia, yakni memprioritaskan perluasan kesempatan kerja, meningkatkan kualitas infrastruktur pendukung, dan menguatkan sektor pertanian.

Ihwal pendidikan dasar dan kemelekhurufan, Indonesia tercatat telah mencapai target minimal MDGs, yaitu akses bagi semua anak usia sekolah untuk mengecap pendidikan wajib 6 tahun. Bahkan, lebih dari itu, negeri ini menetapkan pendidikan dasar melebihi target MDGs dengan menambahkan sekolah menengah pertama sebagai sasaran pendidikan dasar universal.

Meski demikian, tantangan utama dalam percepatan pencapaian sasaran MDGs pendidikan adalah meningkatkan pemerataan akses secara adil bagi semua anak, baik laki-laki maupun perempuan, untuk memperoleh pendidikan dasar yang berkualitas di semua daerah. Kebijakan alokasi dana pemerintah bagi sektor pendidikan minimal sebesar 20 persen-30 persen untuk Aceh dan Papua-dari jumlah anggaran nasional diharapkan berlanjut untuk mengakselerasi pencapaian pendidikan dasar universal.

Menjelang berakhirnya time frame pencapaian target MDGs pada 2015, komunitas internasional di bawah PBB mulai mendiskusikan perumusan agenda pembangunan global setelah 2015. Ihwal upaya memformulasi post-2015 development agenda, Indonesia mendukung tersusunnya roadmap bagi intergovernmental process guna menyusun agenda pembangunan setelah 2015 dan berpandangan bahwa agenda dimaksudkan harus dibangun berdasarkan lessons learned (pembelajaran) dan best practices (praktek-praktek terbaik) dalam pelaksanaan MDGs.



Pendapat saya:

MDGS ini telah dirancang dari tahun 2000. Ini menunjukan bahwa banyak negara ingin mengalami perubahan yang lebih baik dari sebelumnya seperti Indonesia.

Saya ingin menanggapi MDGS 2 yaitu Pencapaian Pendidikan Dasar yang Universal. Pemerintah telah melakukan banyak upaya agar Indonesia tidak “miskin” dalam pendidikan. Banyak bantuan yang telah diberikan contoh BOS (Bantuan Operasional Sekolah). Walaupun biaya sekolah ditanggung oleh pemerintah, namun ada biaya-biaya lain yang masih ditarik oleh sekolah. Beruntung yang bersekolah di Jakarta karena ada kartu Jakarta Pintar. Namun di daerah-daerah lain, masih banyak yang kesulitan untuk mengenyam pendidikan. Meskipun target yang diberikan MDGS sampai sekolah dasar, namun pemerintah mewajibkan sembilan (9) tahun wajib belajar hingga SMP.
Selain biaya, kurikulum yang sering berubah-ubah juga menjadi faktor penentu. Mungkin pemerintah menganggap itu yang terbaik bagi para siswa, sedangkan fakta di lapangan belum menunjukan hal yang lebih baik. Contohnya saja kurikulum 2013, di tingkat sekolah dasar ada beberapa pelajaran yang dihilangkan, tingkat SMA, langsung memasuki penjurusan IPA atau IPS yang biasanya ditentukan saat kelas XI. Selain itu, para guru diwajibkan untuk mengajar dengan bahasa Inggris, yang belum tentu semua guru bisa melakukan hal tersebut. Meskipun ada hal positif, yaitu menambah jam belajar siswa. Namun bagi saya, itu percuma saja, karena sarana dan prasarana tiap sekolah berbeda, sehingga itu hanya membuat siswa lelah karena hanya mengalami sedikit perubahan.

Selain itu di tingkat Perguruan Tinggi, biaya kuliah yang setiap tahun selalu naik. Indonesia telah menyatakan bahwa mendapatkan pedidikan adalah “HAK” setiap warga negara. Namun pemerintah belum bisa menngani biaya pendidikan, dan terkadang sarana kampus pun masih banyak yang kurang. Seharusnya pemerintah bisa lebih bijak lagi dalam menangani keuangan untuk pendidikan di Indonesia sehingga harga yang dibayar bisa seimbang dengan apa yang diterima oleh mahasiswa.
Kemudian hasil penelitian yang telah dikembangkan, bisa didukung sehingga hasil karya anak bangsa jangan selalu diberikan kepada negara lain tapi didukung terus supaya Indonesia menjadi lebih maju, tidak hanya di perkotaan tetapi sampai ke desa-desa. Lewat teknologi yang terus dikembangkan, diharapkan juga bisa membantu untuk bidang-bidang lagi yang ada dalam MDGS seperti kesehatan terutama angka kematian ibu dan bayi, kelaparan, penyakit,dll.

Selain itu pelestarian lingkungan juga menjadi hal yang patut diperhatikan mengingat masalah Global Warming yang semakin parah. Diharapkan banyak negara-negara yang menghasilkan oksigen terbanyak seperti Indonesia terus berkontribusi dalam pelestarian lingkungan. Pemerintah juga harus tegas terhadap para penebang liar yang ingin menguasai kehutanan negara kita.

Selain itu masalah kesehatan yang membuat MDGS ini mengalami kemuduran dari tahun 2015 menjadi 2025. Hal ini disebabkan kurangnya kontribusi dari pemerintah daerah terhadap program yang diadakan yaitu BKKBN.

Kesimpulannya yaitu apa yang diprogramkan negara, wajib kita dukung karena masa depan ada di tangan kita. Pemerintah sekarang hanya memfasilitasi saja, tapi ke depannya, Indonesia ada di tangan kita. Dan untuk pemerintah yang baru, program yang baik yang telah dilaksanakan harus dilanjutkan dengan inovasi-inovasi yang baru. Jangan buat negara ini yang telah mengalami kemajuan, malah mundur kembali. Dukunglah perkembangan-perkembangan yang positif sehingga kami anak-anak bangsa bisa semangat dalam mengerjakan tugas kami.

Organisasi, Manajemen, Tata Kerja



Pengertian Organisasi
Secara etimologis, organisasi berasal dari kata “organ” yang berarti susunan tubuh manusia yang terdiri dari berbagai bagian menuju satu tujuan.
Ditinjau dari terminologi (istilah), organisasi dapat diartikan sebagai bentuk perkumpulan manusia untuk mencapai suatu tujuan yang sama.
Menurut para ahli terdapat beberapa pengertian organisasi sebagai berikut.
  1. Stoner mengatakan bahwa organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama.
  2. James D. Mooney mengemukakan bahwa organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
  3. Chester I. Bernard berpendapat bahwa organisasi adalah merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
  4. Stephen P. Robbins menyatakan bahwa Organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.
Dari pendapat para ahli, dapat saya simpulkan bahwa organisasi adalah bentuk perserikatan yang menjadi satu kesatuan di mana pola hubungan – hubungan tersebut menjadi suatu sistem aktivitas kerja sama di bawah pengarahan untuk mencapai tujuan yang sama.

Manajemen dan Organisasi
Manajemen merupakan ilmu pengetahuan yang bersifat universal yang tersusun secara sistematis yang mencakup kaidah-kaidah ilmu, prinsip-prinsip dan konsep-konsep yang cenderung benar dalam semua situasi manajerial. Manajemen sebagai ilmu pengetahuan dapat diaplikasikan dalam semua organisasi seperti organisasi sekolah, perusahaan, pemerintah, sosial, agama, keluarga, dan sebagainya.
Seorang pemimpin organisasi atau manajer dituntut untuk memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam bidang manajemen serta bersifat fleksibel dalam menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi lingkungan yang selalu berubah-ubah.
Pekerjaan seorang manajer tidak terlepas dari organisasi. Organisasi dibutuhkan untuk pencapaian tujuan bersama secara efektif dan efisien. Manajer melakukan proses manajemen, mengoptimalkan sumber daya yang ada untuk mengolah input guna mencapai tujuan organisasi. Proses mana jemen mencakup perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian. Meskipun secara teoritis proses manajemen menunjukkan hubungan yang logis, dalam praktek, proses manajemen yang dilakukan tidak selalu urut dan seringkali dikerjakan secara stimulan.
Salah satu proses yang dilakukan dalam manajemen adalah pengorganisasian (organizing). Pengorganisasian ditujukan kepada kegiatan yang dilakukan. Untuk mencapai tujuan organisasi diperlukan koordinasis yang baik antara sumber daya yang ada. Kegiatan ini meliputi koordinasi sumber daya, tugas, otoritas diantara anggota organisasi.
Ada empat bagian penting yang diperlukan dalam pengorganisasian, yaitu.
1.      Staffing
Staffing ialah suatu kegiatan yang melakukan pembagian kelompok-kelompok kerja menurut jenisnya beserta pengisian orang-orang uang sesuai dengan keahliannya.

2.      Delegation of Authority
Yaitu pendelegasian wewenang dari seorang atasan kepada bahawannya sesuai dengan struktur organisasi maupun kedudukan bawahan atau kemampuan bawahan.

3.      Departementasi
Yaitu pengelompokan kegiatan-kegiatan yang sejenis untuk kemudian dipisahkan dengan kegiatan yang lainnya di mana diantara pengelompokan kegiatan tersebut tetap terjalin koordinasi dalam bekerja sama.

4.      Personalia
Kepegawaian ini sangat penting dalam hubungannya dengan para bawahan baik hubungan yang bersifat formal (sesuai dalam struktur organisasi) maupun informal (timbul karena kebutuhan sosialisasi diri anggota).

Manajemen dan Tata Kerja
Tata kerja atau metode adalah satu cara bagaimana agar sumber – sumber dan waktu yang tersedia dan diperlukan dapat dimanfaatkan dengan tepat sehingga proses kegiatan manajemen dapat dilaksanakan dengan tepat pula.
Tata kerja yang tepat mengandung arti yaitu proses kegiatan pencapaian tujuan sudah dilakukan secara ilmiah dan praktis, di samping itu pemakaian tata kerja yang tepat pada pokoknya ditujukan untuk :
  1. Menghindari terjadinya pemborosan di dalam penyalahgunaan sumber-sumber dan waktu yang tersedia.
  2. Menghindari kemacetan-kemacetan dan kesimpangsiuran dalam proses pencapaian tujuan.
  3. Menjamin adanya pembagian kerja, waktu dan koordinasi yang tepat.
Manajemen Organisasi dan Tata Kerja

Eratnya hubungan atau hubungan timbal balik antara ketiga hal tersebut adalah sebagai berikut :
a) Manajemen : Proses kegiatan pencapaian tujuan melalui kerja sama antar manusia.
b) Organisasi : Alat bagi pencapaian tujuan tersebut dan alat bagi pengelompokkan kerja sama.
c) Tata kerja : Pola cara-cara bagaimana kegiatan dan kerjasama tersebut harus dilaksanakan sehingga tujuan tercapai secara efisien.
Dari konsep tersebut, jelaslah bahwa baik manajemen, organisasi maupun tata kerja ketiganya diarahkan kepada tercapainya tujuan.

Daftar Pustaka:
http://id.wikipedia.org/wiki/Organisasi
Ali, Muhamad. 2011. Modul Kuliah Manajemen Industri. Yogyakarta: Universitas Negri Yogyakarta.
http://zeincom.wordpress.com/2011/10/22/mtkot/
komsi.staff.gunadarma.ac.id
http://putra25blog.blogspot.com/2010/11/hubungan-timbal-balik-antara-manajemen.html



Minggu, 29 Juni 2014

Softskill : Vokal

Tahun ini angkatan 2013 jurusan Sistem Informasi, Universitas Gunadarma mendapatkan pelajaran softskill membahas tentang budaya. Saya dari kelas 1 KA18 mendapat bagian yang menampilkan vokal bersama teman-teman yaitu Nadya, Dinar, Ratih, Aulia, Trivandi, Agung, Kelvin, Melvin, dan bersama dua senior. Kami tampil pada hari Selasa, 17 Juni 2014. Ada tiga lagu yang kami bawakan yaitu lagu Nasional, Kebyar Kebyar, lagu daerah, Yamko Rambe Yamko dari Papua, dan lagu bebas, Fix You dari band Coldplay.
Kelompok kami menyanyikan lagu-lagu tersebut diiringi dengan dua buah gitar yang dimainkan oleh Kelvin dan Agung.

Berikut lirik lagu dari Kebyar Kebyar

Indonesia 
merah darahku, putih tulangku 
bersatu dalam semangatmu 
Indonesia 
debar jantungku, denyut nadiku 
berpadu dalam cita-citaku 
kebyar-kebyar, pelangi jingga
 
 Indonesia
 tumpah darahku, nafas hidupku 
bersatu dalam anganku
Indonesia
 satu bangsaku, dan bahasaku 
berpadu di dalam citamu 
kebyar-kebyar pelangi jingga
 kusingkan lengan 
rawe-rawe rantas 
malang-malang tuntas 
denganmu..
 
Di sini kami juga menampilkan puisi di mana liriknya diambil dari bait pertama lagu tersebut serta atribut bendera Indonesia. 
 
Lagu Kebyar Kebyar diciptakan oleh Gombloh alias Soedjarwoto Soemarsono dan dinyanyikan bersama dengan grup yang bernama Lemon Tree's Anno '69. 
"Kebyar Kebyar" memang bukanlah lagu biasa, karena ketika mendengarnya bisa membakar semangat nasionalisme kita, oleh karena itu lagu seperti ini juga sangat cocok untuk membangkitkan rasa cinta kita terhadap tanah air. Selain itu nadanya yang juga begitu menghentakan jiwa, lirik lagu "Kebyar Kebyar" juga begitu puitis dengan tema nasionalis, dan hal tersebut bisa kita lihat dari penggalan lirik lagu tersebut yang berbunyi "Indonesia merah darahku putih tulangku, Bersatu dalam semangatmu, Indonesia debar jantungku getar nadiku, berbaur dalam angan-anganmu, Kebyar-kebyar, pelangi jingga". Bahkan hebatnya lagi pada bagian tengah lagu tersebut juga terdapat syair puisi yang juga mengobarkan semangat nasionalisme. (sumber: http://mynotepat.blogspot.com)
 
 
Lagu kedua yang kami nanyikan adalah lagu daerah dari Papua yaitu Yamko Rambe Yamko. Berikut ini liriknya.
 
Hee yamko rambe yamko aronawa kombe
Hee yamko rambe yamko aronawa kombe


Teemi nokibe kubano ko bombe ko
Yuma no bungo awe ade
Teemi nokibe kubano ko bombe ko
Yuma no bungo awe ade


Hongke hongke hongke riro
Hongke jombe jombe riro
Hongke hongke hongke riro
Hongke jombe jombe riro 


Saat menyanyikan lagu tersebut kami memberikan sedikit koreografi berupa tepuk tangan yang sesuai dengan irama lagu tersebut.
Lagu Yamko Rambe Yamko adalah lagu yang bertemakan tentang peperangan. Walaupun tempo lagunya cepat dan terkesan riang, sebenarnya makna dari lagu ini cukup menyedihkan.
Lagu ini menceritakan tentang sebuah pertikaian yang terjadi di dalam negeri. Di dalam lagu lagu ini, pelantun lagu ingin menjadi bunga bangsa. Bunga bangsa yang dimaksud adalah pahlawan yang rela berkorban, bahkan sampai mati, untuk mempertahankan negara Indonesia ini dari para penjajah.
(sumber: http://artilagumu.wordpress.com)

Lagu terakhir adalah lagu Fix You dari band Coldplay.

When you try your best, but you don't succeed 
When you get what you want, but not what you need 
When you feel so tired, but you can't sleep 
Stuck in reverse 

When the tears come streaming down your face 
When you lose something you can't replace 
When you love someone, but it goes to waste
Could it be worse?
 
Lights will guide you home

And ignite your bones 
And I will try to fix you
 
High up above or down below 

When you too in love to let it go
If you never try you will never know 
Just what your worth
 

Lights will guide you home 
And ignite your bones
And I will try to fix you
 

Tears stream down your face
When you lose something you cannot replace 
Tears stream down on your face 
And I..
 
Tears stream down your face

I promise you I will learn from my mistakes 
Tears stream down on your face 
And I..
 
Lights will guide you home

And ignite your bones
And I will try to fix you.  

Pada lagu Fix You, kami mengambil konsep lilin yang dipegang oleh masing-masing kelompok sambil dimatikan lampu sehingga isi lagu yang disampaikan pada lagu tersebut diharapkan bisa tersampaikan kepada pendengar.
 
Chris Martin (vokalis Coldplay) mendapat inspirasi yang luar biasa dari kehidupan pribadinya bersama seorang kekasihnya. Ketika kekasihnya pulang dari rumah sakit karena sang ayah telah meninggal, ia amat sedih dan menangis. Chris martin juga ikut bersedih dengan kejadian itu dan menanyakan sesuatu hal intinya apa yang bisa dia lakukan untuknya. Beri tau saya apa yang bisa saya bantu. Dan kekasihnya melihat Chris dan berkata, “Peluklah aku, tetaplah selalu disampingku, sebab hanya kamulah satu-satunya hal yg bisa memulihkan ku, membuatku lebih baik.” Itulah hal yang menginspirasikan terciptanya lagu ini.

Berikut ini adalah foto-foto saat menyanyikan ketiga lagu tersebut.

                                                      (Lagu Yamko Rambe Yamko)

                                                         (Lagu Yamko Rambe Yamko)

                                                                    (Lagu Fix You)                               

                                                                   (Lagu Kebyar Kebyar)