Gambar

Selasa, 03 November 2015

Cara Mengembalikan File Foto yang Sudah Dihapus



Penulis Maulia Salamuddin -
14 September 2015

JAKARTA – Mungkin secara sengaja atau tidak sengaja Anda telah menghilangkan foto yang begitu penting. Untuk mendapatkannya kembali Anda tidak mengetahui bagaimana caranya?
Tahap awal mematikan koneksi seperti WiFi dan layanan data. Melakukan ini sudah pasti ada alasannya, karena ketika data dihapus, apakah foto, musik, dokumen atau apa pun, itu tidak benar-benar dihapus sampai dengan perangkat benar-benar menggunakannya lagi dengan data lain.
setelah itu kami memiliki cara untuk mengembalikan kembali data yang sudah dihapus tadi. Tapi satu hal yang perlu kami ingatkan proses ini perlu di root ya. coba langkah-langkah berikut. Mudah-mudahan bisa membantu memecahkan kegalauan Anda.
  1. Download program gratis dengan nama Dr Fone for Android oleh Wondershare (tersedia untuk Mac dan windows).
  2. Install Program dan mulai buat akun.
3. Hubungkan Perangkat Android dengan menggunakan kabel data ke PC Desktop Anda. Tetapi pastikan aktifkan USB Debbugging Anda.
4. Sesudah itu centang kategori yang Anda inginkan.
5. Selanjutnya Anda akan diminta, untuk memilih mencari file khusus atau semua file yang hilang akan dicari.
6. Dr. Fone akan menganalisa perangkat Ana dan reboot. Pastikan lakukan langkah selanjutnya jika perangkat sudah terhubung kembali ke PC desktop.

 7. Setelah Dr. Fone telah selesai menganalisis ponsel Anda akan mendapatkan layar hasil scan di mana Anda dapat memeriksa kotak untuk foto (atau file lain, seperti yang Anda lihat di bawah ini, tergantung jenis file yang Anda pilih sebelumnya) bahwa Anda ingin menyimpan, lalu tekan ‘Recover’.


Sumber: http://telsetnews.com/110859/bagaimana-cara-mengembalikan-file-foto-yang-sudah-di-hapus/


Analisis: Trik ini sangat membantu, apalagi ada momen-momen penting yang tidak sengaja kita hapus. Selain itu juga, penggunaan camera pada smartphone dapat membatu untuk instansi pemerintahan dalam menelusuri tindak kejahatan lewat foto, sehingga bisa membantu untuk penyelidikan lebih lanjut.

BULP, Bantu Salurkan Aspirasi Pelanggan



Penulis Maulia Salamuddin -
1 Oktober 2015

JAKARTA – Tak puas atau kecewa dengan layanan yang diberikan suatu perusahan, tapi bingung mau menyampaikan keluhan kemana? Kondisi seperti itu sering dialami masyarakat, karena minimnya sarana yang tersedia. Tapi kini ada BULP, aplikasi Customer Relation Management yang coba memberikan solusi.
Pesatnya perkembangan teknologi dan masyarakat yang kian kritis, mendorong hadirnya aplikasi yang dapat menampung aspirasi masyarakat terhadap perusahaan yang dapat diakses dengan mudah.
Hal itulah yang mendorong BULP, aplikasi Customer Relation Management pertama karya anak bangsa yang terpanggil untuk menjembatani perusahaan dan masyarakat melalui penyampaian aspirasi yang komprehensif, serta kolaborasi partisipasi aktif dari masyarakat dan perusahaan.
CEO BULP Arie Nasution mengatakan, bahwa menurut riset yang dilakukan oleh Avaya Indonesia tahun 2015, 5 dari 6 orang Indonesia selalu merasa tidak puas dengan pelayanan perusahaan.
Dan hasil riset Gudpoin tahun 2014 menyatakan, 96% dari pelanggan yang tidak puas dengan pelayanan perusahaan enggan untuk menyampaikan keluhannya.
Hal ini tentunya berpotensi merugikan perusahaan, dimana perusahaan tidak dapat mendengar aspirasi masyarakat. Padahal hal ini akan sangat berguna bagi pengembangan pelayanan.
“Untuk itulah BULP diciptakan sebagai solusi untuk masyarakat menyampaikan aspirasi yang menyeluruh dengan mudah,” ujar Arie di Jakarta, Rabu (30/9/2015).
Tidak hanya keluhan, lanjut Arie, pengguna juga bisa memberikan saran, permintaan, atau juga pujian yang ditujukan untuk pengembangan pelayanan. Aspirasi ini tentunya akan mendapatkan respon dari perusahaan bersangkutan yang telah menjalin kerjasama dengan BULP.
Mempertimbangkan pentingnya unsur kepastian bagi masyarakat, BULP juga menghadirkan fitur status aspirasi, di mana pengguna dapat mengetahui perkembangan aspirasi yang telah disampaikan melalui lima status, yaitu pending, rejected, approved, delivered, dan responded.
Komitmen BULP dalam menghadirkan kontrol sosial ditunjukkan dengan fitur-fitur BULP yaitu Share, fitur yang dihadirkan agar pengguna dapat membagikan apa yang mereka alami kepada lingkungan sekitarnya, dan Me too! yang berfungsi untuk mendapatkan dukungan dari masyarakat yang mengalami pengalaman yang serupa.
Diungkapkannya, sejak bulan Januari hingga saat ini, BULP telah menerima lebih dari 9.000 aspirasi. Uniknya, 78 persen dari aspirasi tersebut bukan merupakan keluhan, melainkan saran, permintaan, dan pujian.
“Dan dengan fitur yang dihadirkan BULP, masyarakat dapat memberikan masukan yang tidak biasa, bahkan kadang bisa dibilang menginspirasi perusahaan,” imbuhnya.
Kunci keberhasilan kontrol sosial melalui gerakan #YourVoiceMatters adalah kontribusi dan partisipasi aktif masyarakat dan pelaku industri. “Kami harap, gerakan ini dapat diterima dengan baik oleh kedua belah pihak,” ujar Arie. (MS/HBS)


Analisis: Saat ini orang sudah malas untuk memberi saran atau keluhan secara langsung. Menurut saya aplikasi sangat membantu para pengguna dari suatu perusahaan, karena selain memberi dampak dari perusahaan tersebut untuk memperbaiki, aplikasi ini juga membantu pengguna untuk fleksibel dalam  nenyampaikan masukannya.

Kamis, 15 Oktober 2015

Fungsi Bahasa (Tugas 1)



Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar

Bahasa yang Baik
Bahasa Indonesia yang baik adalah bahasa Indonesia yang digunakan sesuai dengan norma kemasyarakatan yang berlaku. Misalnya, dalam situasi santai dan akrab, seperti di warung kopi, di pasar, di tempat arisan, dan di lapangan sepak bola hendaklah digunakan bahasa Indonesia yang santai dan akrab yang tidak terlalu terikat oleh patokan. Dalam situasi resmi dan formal, seperti dalam kuliah, dalam seminar, dalam sidang DPR, dan dalam pidato kenegaraan hendaklah digunakan bahasa Indonesia yang resmi dan formal, yang selalu memperhatikan norma bahasa.

Bahasa yang Benar
Bahasa Indonesia yang benar adalah bahasa Indonesia yang digunakan sesuai dengan aturan atau kaidah bahas Indoneia yang berlaku. Kaidah bahasa Indonesia itu meliputi kaidah ejaan, kaidah pembentukan kata, kaidah penyusunan kalimat, kaidah penyusunan paragraf, dan kaidah penataan penalaran. Jika kaidah ejaan digunakan dengan cermat, kaidah pembentukan kata ditaati dengan konsisten, pemakaian bahasa Indonesia dikatakan benar. Sebaliknya, jika kaidah-kaidah bahasa itu kurang ditaati, pemakaian bahasa tersebut dianggap tidak benar/tidak baku.
Oleh karena itu, kaidah yang mengatur pemakaian bahasa itu meliputi kaidah pembentukan kata, pemilihan kata, penyusunan kalimat, pembentukan paragraf, penataan penalran, serta penerapan ejaan yang disempurnakan. Kaidah-kaidah itu diungkapkan lebih lanjut pada bagian lain, dengan dilengkapi contoh yang salah dan contoh yang benar.

Bahasa yang Baik dan Benar
Bahasa Indonesia yang baik dan benar adalah bahasa Indonesia yang digunakan sesusai dengan norma kemasyarakatan yan berlaku dan sesuai dengan kaidah-kaidah bahasa Indonesia.

Contoh nyata dalam pertanyaan sehari-hari dengan menggunakan bahasa yang baku:
Apakah kamu sedang mengerjakan tugas rumah saat ini?
Apa yang kamu kerjakan tadi di sekolah?

Contoh ketika dalam dialog antara seorang Orangtua dengan anaknya.
Orangtua : Gerald! Apa yang sedang kamu lakukan?
Gerald : Saya sedang bermain game. Ada apa, bu?
Orangtua : Apakah kamu tidak belajar untuk ujian besok?
Gerald : Ya, akan saya lakukan setelah saya selesai bermain game, bu.


Contoh Bahasa sebagai Alat Komunikasi

1.    Kata ’sarang’ dalam bahasa Korea artinya cinta, sedangkan dalam bahasa Indonesia artinya kandang atau tempat.

2.    Masyarakat Indonesia lebih sering menempel ungkapan “No Smoking” daripada “Dilarang Merokok”, “Stop” untuk “berhenti”, “Exit” untuk “keluar”, “Open House” untuk penerimaan tamu di rumah pada saat lebaran.

3.    Bunyi tong-tong memberi tanda bahaya

( sumber:
  - http://daudp65.webs.com/bind/bibaik-bnar.htm
  - http://ahmadansori94.blogspot.co.id/2014/10/penggunaan-bahasa-indonesia-secara-baik.html
  - http://ahmadansori94.blogspot.co.id/2014/10/penggunaan-bahasa-indonesia-secara-baik.html 

Selasa, 23 Juni 2015

Bekerjasama dalam Team Work



Pengertian kelompok
Bapak Schein memberikan pengertian kelompok sebagai sejumlah orang yang berbagi nilai (share) terhadap pandangan yang sama dari suatu masalah dan mengembangkan penyelesaian share tersebut.
Moekijat menjelaskan bahwa suatu kelompok terdiri atas individu individu masing masing memiliki suatu pola kemampuan kemampuan, sikap sikap dan sifat sifat kepribadian yang khas.
Sebuah kelompok dibedakan atas sifat sifat yang merupakan pengaruh dari faktor faktor seperti kepribadian individu individu yang membentuk, hakikat hubungan hubungan antar individu dalam kelompok dan peranan kelompok dalam organisasi.
Di dalam dan diantara kelompok kelompok kerja yang telah diorganisasikan secara formal yang menuntut pola pekerjaan pekerjaan yang diperlukan untuk mencapai tujuan organisasi, terdapat sub-subkelompok yang timbul secara informal. Kelompok kelompok ini disebut sebagai organisasi informal.
Kemudian, pengertian kelompok oleh Muhyadi bahwa kelompok adalah sebuah sistem yang terorganisasi, terdiri dari dua orang atau lebih yang berhubungan satu sama lain sehingga dapat melaksanakan fungsi kelompoknya. Sistem ini memiliki seperangkat pedoman tentang hubungan antaranggota dan memiliki seperangkat norma yang mengatur fungsi tiap tiap anggota kelompok.

Karateristik Kelompok 
Karakteristik Umum Kelompok ada dua karakteristik yang melekat pada suatu kelompok, yaitu norma dan peran.Yang akan dibahas dalam tulisan ini adalah tentang norma. Norma adalah persetujuan atau perjanjian tentang bagaimana orang-orang dalamsuatu kelompok berperilaku satu dengan lainnya. Ada tiga kategori norma kelompok, yaitu norma sosial, prosedural dan tugas. Normasosial mengatur hubungan di antara para anggota kelompok.

Sedangkan norma prosedural menguraikan dengan lebih rinci bagaimana kelompok harus beroperasi, seperti bagaimana suatu kelompok harus membuat keputusan. Beberapa ahli mengatakan bahwa dalamsuatu kelompok terdapat ciri–ciri, yaitu :
1. Terdiri dari 2 orang atau lebih
2. Adanya interaksi yang terus menerus
3. Adanya pengembangan identitas kelompok 
4. Adanya norma–norma kelompok 
5. Adanya diferensiasi peran
6. Peran yang saling tergantung
7. Produktivitas bertambah atau meningkat
8. Saling membagi tujuan yang sama
Lima Tahap Pembentukan Kelompok
1. Forming
Saat memulai pembentukan kelompok forming merupakan tahap pembentukan awal atau pengenalan dalam membangun sebuah kelompok, dalam tahap ini peserta belum memahami satu sama lain, dan kejelasan mengenai norma, peran, dan tujuan masih kurang, ada kecemasan mengenai adanya kepercayaan diantara anggota team, tingginya ketergantungan pada figur kepemimpinan untuk tujuan dan arah ada pada tahapan ini, dan yang menjadi isu utama adalah keberadaan diri-pribadi, penerimaan dan kepercayaan. Ketika kita terlibat dalam sebuah proyek yang melibatkan lima puluh lebih orang, maka semua akan menjaga dirinya sebelum saling mengenal.
2. Storming
Tahapan kedua setelah pengenalan awal, storming merupakan tahap terjadinya konflik dan kecenderungan tampil individual untuk menunjukkan mengenai eksistensi diri dan dominasi satu atau lebih orang. Pada tahapan ini yang menjadi isu utama adalah: kekuasaan (power), kontrol dan konflik. Bila sebuah pembentukan team tidak bisa melewati storming maka akan berakibat pada kegagalan. Kelompok yang kita bentuk dan mulai mengenal satu dengan yang lain, namun saling menonjolkan diri juga, sebagai pemimpin kita memastikan mendengar satu dengan yang lain untuk mempersatukan.
3. Norming
Tahapan ketiga pada pembentukan kelompokan adalah norming, tahapan ini merupakan tahap timbulnya kerjasama (cooperation). Keterikatan antar individu dalam team (Cohesiveness) pada tahap ini sudah mulai terjadi :  kelompok akan berbagi tanggung jawab dan kontrol, menghargai perbedaan di antara mereka sendiri, mulai berpikir dalam hal “kita” daripada “saya. Pada tahap ini mulai terbentuk adanya norma dan ground rules dengan isu utama: tingkat keterampilan meningkat yang mengarah ke positif, bahkan perasaan euforia. Saat tahap ini setiap individu telah mencapai keterikatan yang dibutuhkan, biasanya keseimbangan bahwa  mereka memiliki tujuan yang sama.
4. Performing
Pada tahap ini pembentukan kelompok telah sampai pada tahap kematangan (mature phase) dari sebuah tim, kontribusi anggota tim tinggi sehingga timbul sinergi. Kepercayaan diri anggota tim mengenai kemampuan mereka meningkat untuk mencapai tujuan dan mampu mengatasi hambatan. Pada tahapan ini yang menjadi isu utama adalah: peningkatan dan pertumbuhan (refinement & growth), kelompok akan bertumbuh dan meningkat dan seorang pemimpin merasakan kerja keras yang dilakukan selama ini terjadi.
5. Adjourning
Sampai pada tahap ini kelompok akan  berpisah karena itu selesainya proyek tim atau tujuan akhir tim sudah tercapai. Dalam sebuah project memang kelompok akan terpisah, karena berakhirnya pekerjaan dan justru kekompakan sudah kuat, bisa terbentuk dilain waktu dengan kelompok yang lebih kuat lagi.
Kekuatan Team Work
Pemimpin menggerakkan anggotanya untuk lebih berkarya dan berkontribusi, seperti melakukan suatu energi gerak kinetik, yaitu mendorong anggotanya bergerak maju melakukan tugas dan tanggung jawabnya seoptimal mungkin demi sukses bersama. Kunci keberhasilan sebuah TEAMWORK lebih ditentukan oleh sinergi semua anggota termasuk pimpinan dalam organisasi. Kunci sukses kerja sama terletak kepada kapasitas dan daya guna setiap orang memberikan nilai tambah dan manfaat bagi kemajuan dan keberhasilan organisasi mencapai tujuan bersama.



Implikasi Manajerial
Implikasi manajerial dalam hal pembentukan kelompok sangat terlihat pada pembentukan team work pada suatu perusahaan. Perusahaan dapat mengefektifkan dan mengefisiensikan proses operasional usaha mereka melalui team work. Pemimpin perusahaan juga dapat lebih mudah dalam mengontrol tenaga kerja mereka sehingga dapat memberikan apresiasi sesuai dengan hasil pencapaian baik secara umum melalui team work maupun secara khusus melalui anggota-anggotanya.

Sumber:
http://www.apapengertianahli.com/2015/03/pengertian-kelompok-dan-alasan-pembentukan-kelompok.html
http://www.academia.edu/4626796/Definisi_Kelompok
http://businesslounge.co.id/2014/09/08/lima-tahap-pembentukan-kelompok-dalam-project/ (sedikit revisi)
http://www.jogjaleker.com/teamwork/
http://cindy-ts.blogspot.com/2013/05/implikasi-manajerial-dalam-kelompok.html